Kediri – SMA Negeri 2 Kota Kediri mendapat kehormatan besar dengan hadirnya Assoc. Prof. Dr. Eng. Khoirul Anwar, ST., M.Eng., penemu teknologi 4G sekaligus alumnus SMADA angkatan 1996. Dalam kunjungannya pada Senin (22/9), Prof. Khoirul memberikan kuliah umum dan workshop teknologi 6G serta kuantum, yang menjadi materi perdana untuk kalangan pelajar SMA di Indonesia.
Acara ini diikuti oleh perwakilan siswa kelas XI dan XII, pengurus OSIS, MPK, serta ekstrakurikuler. Selain tatap muka langsung, kuliah umum juga diikuti melalui Zoom Meeting sehingga lebih banyak civitas akademika, guru, dan alumni yang bisa terlibat.
“Kami sangat bersyukur dan bangga karena manfaatnya besar sekali, bukan hanya menambah pengetahuan anak-anak, tetapi juga bapak ibu guru serta alumni. Ini jadi motivasi agar siswa SMADA siap menyongsong era 6G dan teknologi kuantum,” ujar Kepala SMA Negeri 2 Kediri, Sarbawa.
Dalam pemaparannya, Prof. Khoirul menekankan bahwa teknologi 6G akan menjadi tonggak penting pada 2030, dengan standar global diperkirakan rilis tahun 2028. Ia juga memperkenalkan konsep komputasi kuantum, komunikasi kuantum, dan sensing kuantum, yang kelak berperan besar tidak hanya di telekomunikasi, tetapi juga bidang pertahanan, kesehatan, hingga prediksi penyakit.
Sebagai alumnus yang peduli pada almamater, Prof. Khoirul mengaku bangga bisa kembali ke sekolah yang telah membesarkannya. “Saya ingin anak-anak SMADA menjadi generasi pertama yang memahami dasar teknologi kuantum sejak SMA. Harapannya mereka bisa berlari lebih cepat saat kuliah dan berkontribusi nyata untuk Indonesia Emas 2045,” tuturnya.
Kegiatan workshop ini menjadi momen berharga bagi SMA Negeri 2 Kota Kediri, sekaligus penegasan bahwa SMADA termasuk sekolah pertama di Indonesia bahkan ASEAN yang mendapat pembekalan langsung terkait teknologi kuantum dari pakar kelas dunia. kin/mg










