Kediri – Buruh rokok hingga warga rentan menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemerintah Kota Kediri. Program yang berlangsung mulai Selasa (9/12) hingga 14 Desember tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat kategori miskin, buruh, lansia, anak yatim, hingga penyandang disabilitas berat dapat terpenuhi kebutuhan dasarnya.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan bahwa BLT ini merupakan komitmen pemerintah kota dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga rentan. Ia meminta agar bantuan yang diterima dapat benar-benar dimanfaatkan secara bijak.
“Bantuan ini bisa digunakan dengan sebaik-baiknya. Ini bentuk komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memenuhi kebutuhan warga Kota Kediri,” ujar Mbak Wali sapaan akrabnya.
Penyaluran BLT tahun ini mencakup empat kelompok besar penerima, dengan total penerima manfaat mencapai ribuan orang. Data Dinas Sosial Kota Kediri merinci jumlah penerima buruh rokok 1.594 orang, anak yatim 1.291 orang, lansia 491 orang, Orang Dengan Kedisabilitasan Berat (ODKB): 55 orang.
Nilai bantuan diberikan secara tunai per individu dengan besaran yang telah ditetapkan, yakni Rp1.000.000 untuk buruh rokok, Rp1.200.000 untuk fakir miskin, Rp600.000 untuk anak yatim, Rp1.200.000 untuk lansia, dan Rp6.000.000 untuk ODKB.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttaqin, menjelaskan bahwa penetapan penerima telah melalui verifikasi dan validasi ketat sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). BLT juga turut menyasar buruh rokok yang bekerja di luar daerah, selama mereka ber-KTP Kota Kediri.
“Harapannya bantuan ini bisa membantu meningkatkan perekonomian keluarga hingga tahun 2026.”
Penyaluran dilakukan melalui perbankan maupun langsung di kantor Dinas Sosial, tergantung kategori penerima. Khusus buruh rokok yang bekerja di luar kota, penyaluran akan dilakukan melalui perusahaan tempat mereka bekerja.
Total anggaran yang dikucurkan Pemkot Kediri untuk program BLT Desember ini mencapai sekitar Rp8,2 miliar dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat menjadi penguat bagi keluarga rentan agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok di tengah tantangan ekonomi.kin/mg
There is no ads to display, Please add some









