Kediri – Dalam momentum Hari Inklusi Internasional, Pemerintah Kota Kediri menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap anak penyandang disabilitas, mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan, layanan publik, dan kesempatan untuk berkembang. Gebyar inklusi tersebut digelar di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kota Kediri, Jumat (5/12).
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan bahwa seluruh elemen orang tua, guru, pemerintah, hingga masyarakat memegang peran penting dalam membuka akses seluas-luasnya bagi anak-anak disabilitas.
“Tugas kita adalah membuka jalan, membuka akses, dan memberikan fasilitas agar mereka dapat berkembang sesuai kapasitas yang dimiliki,” ujarnya.
Vinanda menambahkan bahwa banyak prestasi luar biasa lahir dari anak-anak di Kota Kediri yang menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah hambatan.
“Mereka unggul di seni, olahraga, akademik, bahkan wirausaha. Yang terpenting adalah kesempatan yang adil dan ruang belajar yang inklusif,” katanya.
Pemerintah Kota Kediri terus memperkuat kebijakan pro-disabilitas melalui sekolah-sekolah inklusif. Seluruh SD dan SMP negeri kini telah menerapkan pendidikan inklusif agar peserta didik dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan setara.
“Kita ingin membuka ruang lebih luas agar anak-anak belajar bersama dan saling memahami,” jelas Wali Kota.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono mengapresiasi karya dan penampilan anak-anak disabilitas dalam acara tersebut, mulai dari kerawitan, tari, hingga melukis.
“Bagus-bagus sekali. Kita belum tentu bisa, tetapi mereka bisa. Mereka punya keistimewaan,” ujarnya. Mandung berharap kegiatan ini semakin menguatkan pemahaman masyarakat bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama.
“Harapan kami, masyarakat tidak membeda-bedakan. Anak-anak ini memiliki hak yang sama seperti anak-anak lainnya,” tegasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









