Kediri – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kediri mengikuti Rapat Paripurna DPRD Kota Kediri dalam rangka mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia di ruang pertemuan BKPSDM, Jumat (14/8). Kegiatan tersebut digelar menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rapat paripurna menjadi momentum bagi jajaran pemerintah daerah, DPRD, serta Forkopimda untuk menyimak secara langsung arah kebijakan dan capaian pemerintah pusat yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan laporan kinerja selama 21 bulan kepemimpinannya. Salah satu poin yang disampaikan yakni telah lahir 121 kebijakan transformatif yang diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat serta mendorong perubahan di berbagai sektor.
Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mengatasi kesulitan rakyat serta memastikan kekayaan dan sumber daya bangsa dapat dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat.
Ketua DPRD Kota Kediri, Firdaus mengatakan pidato Presiden menjadi bahan refleksi sekaligus acuan bagi pemerintah daerah dalam menerjemahkan semangat pembangunan nasional ke dalam kebijakan daerah.
“Pesan-pesan kebangsaan dan arah pembangunan yang disampaikan oleh Presiden pada hari ini akan menjadi sebuah bahan refleksi sekaligus kebijakan bagi kita di daerah dalam memperkuat pembangunan Kota Kediri,” ujar Firdaus.
Menurutnya, salah satu perubahan yang dinilai penting adalah penguatan ketahanan pangan. Pemerintah disebut terus mendorong agar Indonesia semakin mampu memenuhi kebutuhan pangan dari dalam negeri sehingga ketergantungan terhadap impor dapat ditekan.
Firdaus juga menyoroti sejumlah program pemerintah seperti Sekolah Rakyat, koperasi di tingkat kelurahan dan desa, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut dia, berbagai program tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar pelaksanaannya dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengajak seluruh masyarakat memperkuat gotong royong dan menjaga persatuan. Menurutnya, pembangunan tidak dapat berjalan optimal tanpa adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
“Jangan mudah terprovokasi terhadap isu-isu hoaks. Itu yang sering kali memecah belah kita,” kata Vinanda.
Ia menyebut Pemerintah Kota Kediri juga telah membangun komunikasi dengan berbagai tokoh masyarakat, tokoh agama, perguruan silat, dan elemen masyarakat lainnya untuk menjaga kerukunan serta kondusivitas daerah.
“Kalau orang Kota Kediri cinta kotanya, kita harus sama-sama gotong royong untuk membangun Kota Kediri,” pungkasnya.
There is no ads to display, Please add some










