Kediri – Akses Jalan Panglima Sudirman Kota Kediri ditutup sementara selama 10 hari, mulai 7 hingga 18 Agustus 2026, seiring pelaksanaan pekerjaan crossing saluran drainase.
Penutupan total untuk kendaraan roda empat atau lebih tersebut dipilih berdasarkan sejumlah pertimbangan teknis agar pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat sekaligus menjaga elevasi saluran sehingga fungsi drainase menjadi lebih optimal.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Kediri, Made Dwi Permana, mengatakan percepatan dilakukan karena adanya pertimbangan teknis di lapangan. Semula terdapat dua opsi pengerjaan, yakni dilakukan separuh badan jalan dengan estimasi waktu sekitar 30 hari atau dilakukan secara penuh dengan estimasi penyelesaian 10 hari. Akhirnya dipilih metode penggalian penuh.
“Pertimbangannya untuk percepatan sekaligus karena secara teknis kami kesulitan menjaga elevasi saluran jika dikerjakan setengah-setengah. Karena itu dipilih penggalian penuh agar elevasi saluran tetap terjaga,” ujar Made, Jumat (7/8).
Menurutnya, pekerjaan ini meliputi pembongkaran crossing saluran lama dan pemasangan box culvert tipe top-bottom sebagai jalur pengaliran air dari sisi timur ke barat yang selanjutnya dialirkan menuju Sungai Brantas.
Made menjelaskan, apabila pengerjaan dilakukan hanya pada separuh badan jalan, waktu yang dibutuhkan akan jauh lebih lama.
“Kalau dikerjakan separuh, kami harus menata fondasi bawah terlebih dahulu sehingga waktu pengerjaan bisa sekitar 30 hari. Dengan metode ini diharapkan lebih cepat,” jelasnya.
Meski penutupan jalan dijadwalkan hingga 18 Agustus, pihaknya menargetkan pekerjaan dapat selesai lebih awal sehingga arus lalu lintas bisa kembali dibuka sebelum jadwal tersebut.
Untuk mempercepat proses konstruksi, Dinas PUPR menggunakan teknologi beton fast track yang memungkinkan beton mencapai kekuatan yang dibutuhkan dalam waktu sekitar dua hingga tiga hari.
“Kami berusaha menggunakan teknologi beton fast track sehingga proses pengerjaan bisa lebih singkat tanpa mengurangi kualitas konstruksi,” katanya.
Sebelum pelaksanaan proyek, Dinas PUPR juga telah melakukan sosialisasi kepada warga di Kelurahan Setonopande, Ringin Anom, dan Kampung Dalem, termasuk para pemilik usaha yang berada di sekitar lokasi pekerjaan.
“Alhamdulillah tanggapan masyarakat positif. Yang paling penting bagi mereka pekerjaan tidak berlangsung terlalu lama, sehingga kami berupaya semaksimal mungkin mempercepat penyelesaiannya,” ungkap Made.
Ia menambahkan, pembangunan crossing ini diharapkan mampu mengatasi hambatan aliran air yang selama ini terjadi di lokasi tersebut. Sebab, posisi saluran eksisting melintasi area crossing sehingga aliran air dari sisi timur kerap terhambat.
“Harapannya setelah crossing baru ini selesai dibangun, aliran air menjadi lebih lancar dan kapasitas drainase meningkat sehingga dapat mengurangi potensi genangan di kawasan tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arief Cholisudin, mengatakan penutupan jalan dilakukan sesuai permohonan Dinas PUPR selaku leading sector pelaksanaan proyek. Selama pekerjaan berlangsung, kendaraan roda empat tidak diperbolehkan melintas di lokasi crossing, sedangkan kendaraan roda dua masih dapat melintas secara bergantian melalui sisi timur jalan dengan pengaturan petugas di lapangan.
“Mulai 7 Agustus sampai 18 Agustus jalan ditutup total untuk kendaraan roda empat. Untuk roda dua masih bisa melintas secara bergantian dan akan diatur petugas yang disiapkan pelaksana,” ujarnya.
Dishub juga menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurangi kepadatan di sekitar lokasi pekerjaan. Kendaraan roda empat dari arah selatan dialihkan melalui Jalan Brigjen Katamso menuju timur. Kendaraan yang hendak menuju Jalan Sultan Agung tidak dapat melintas melalui lokasi crossing, kecuali bagi pengendara yang memiliki tujuan di sepanjang Jalan Panglima Sudirman sebelum titik pekerjaan.
Sementara itu, kendaraan roda empat dari arah barat dialihkan sejak simpang Bandar Ngalim menuju arah timur. Adapun kendaraan roda dua tetap diperbolehkan melintas dan dapat memanfaatkan Jalan Sultan Agung maupun ruas-ruas jalan lingkungan di sekitar lokasi.
“Rekayasa lalu lintas ini bertujuan mengurai antrean kendaraan, khususnya di simpang Kilisuci selama proses pembangunan crossing drainase berlangsung,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










