Kediri – Forum Komunikasi Majelis Taklim (FKMT) Kabupaten Kediri resmi dikukuhkan sebagai wadah pemersatu majelis taklim lintas organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Kabupaten Kediri pada Rabu (15/7). Forum yang diketuai Gus Riza Sahlan Siroj itu diharapkan mampu memperkuat sinergi dakwah, khususnya dalam menghadapi tantangan perkembangan era digital dan pembinaan generasi muda.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Achmad Faiz, mengatakan FKMT dibentuk untuk menyatukan persepsi seluruh majelis taklim di Kabupaten Kediri. Saat ini tercatat terdapat sekitar 1.387 majelis taklim yang membutuhkan forum komunikasi agar dapat bergerak dengan visi dan misi yang sama.
“FKMT ini menjadi forum komunikasi yang kami harapkan benar-benar bisa mewarnai majelis taklim. Dengan adanya wadah ini, seluruh majelis taklim dapat bergerak bersama sesuai visi dan misi yang sama,” ujarnya.
Faiz menjelaskan, forum tersebut melibatkan seluruh ormas Islam yang ada di Kabupaten Kediri, mulai dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Al-Irsyad, LDII, hingga elemen organisasi Islam lainnya. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memperkuat komunikasi dan sinergi dalam membina kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.
“Kami optimistis kerja sama, sinergi, dan komunikasi antarlembaga akan terus terbangun sehingga syiar keagamaan dan pembinaan generasi muda dapat berjalan lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Ketua FKMT Kabupaten Kediri terpilih tahun 2026-2030, Gus Riza Sahlan Siroj, menegaskan forum ini tidak dibentuk untuk membahas perbedaan ideologi antar ormas, melainkan menyatukan langkah dalam menjalankan dakwah yang adaptif, transformatif, dan bersinergi dengan pemerintah.
Menurutnya, tantangan dakwah saat ini semakin kompleks, terutama di kalangan Generasi Z yang dinilai mulai mengalami penurunan kepedulian sosial. Karena itu, FKMT akan mengembangkan metode dakwah yang mengikuti perkembangan zaman, termasuk memanfaatkan media sosial dan ruang digital.
“Kami ingin berdakwah bukan hanya dari masjid ke masjid, tetapi juga hadir di media sosial dan ruang digital agar pesan dakwah dapat menjangkau generasi muda,” ujarnya.
Ke depan, FKMT akan menyusun program kerja bersama seluruh ormas yang tergabung. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat peran majelis taklim sebagai sarana pembinaan umat sekaligus mendukung terciptanya kehidupan keagamaan yang harmonis dan kondusif di Kabupaten Kediri.
“Mungkin program kerja kita masih belum merapatkan, insya Allah dalam waktu dekat kita akan melaksanakan program tersebut,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










