Kediri – Menjelang dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Sekolah Rakyat Kota Kediri akan menggelar kegiatan open house pada Senin (13/7). Kegiatan ini menjadi tahapan awal bagi calon siswa untuk belajar mengenal lingkungan sekolah sekaligus mulai menempati asrama.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttaqin, mengatakan, open house akan dikemas secara seremonial dengan mengundang Wali Kota Kediri bersama jajaran Forkopimda. Namun, kegiatan tersebut bukan merupakan peresmian operasional Sekolah Rakyat.
“Open house ini bukan peresmian. Kegiatannya lebih kepada menyambut calon siswa dan orang tua agar datang ke sekolah, mengenal lingkungan, melakukan registrasi, sekaligus pembagian asrama,” ujarnya Sabtu (11/7).
Pada kegiatan tersebut, calon siswa bersama orang tua akan diarahkan untuk memasuki area sekolah, dilakukan pendataan ulang, hingga penempatan kamar asrama. Selanjutnya, pada Selasa (14/7), para siswa langsung mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Imam menjelaskan, selama pelaksanaan open house dan MPLS, tenaga kependidikan (tendik) akan dibantu oleh tim dari Sekolah Rakyat Mojokerto yang telah lebih dahulu beroperasi. Sementara tenaga pendidik atau guru berasal dari Kota Kediri.
Untuk jenjang SMP, guru yang mengajar merupakan guru dari sekolah negeri di Kota Kediri yang bertugas secara bergantian dengan total sekitar 11 orang. Sedangkan jenjang SD didukung sekitar enam hingga sembilan guru. Pendampingan administrasi dan operasional selama masa awal pembelajaran akan diperkuat oleh tenaga kependidikan dari sekolah rakyat Mojokerto.
Di sisi lain, proses penyelesaian bangunan masih memasuki tahap finishing sehingga terdapat beberapa pekerjaan yang masih diselesaikan. Meski demikian, seluruh asrama dipastikan dapat difungsikan dengan memaksimalkan ruangan yang telah siap digunakan.
“Asrama akan dimaksimalkan seluruhnya. Memang ada satu bagian asrama SMA putri yang finishing-nya belum sepenuhnya selesai, sehingga sementara kemungkinan siswinya ditempatkan bersama di asrama SMP,” jelas Imam.
Ia menambahkan, kebutuhan sarana belajar seperti meja dan kursi telah tersedia. Sementara untuk perlengkapan siswa, termasuk seragam, saat ini sedang dalam proses pengadaan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Sosial.
Selain seragam, pengadaan juga mencakup berbagai kebutuhan siswa selama tinggal di asrama, seperti bantal, guling, sprei, hingga jemuran pakaian.
“Kemungkinan untuk seragam saat MPLS nanti sudah mulai bisa digunakan,” pungkasnya.
There is no ads to display, Please add some










