Kediri – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Dinkop UMTK) Kota Kediri menggelar sosialisasi penataan kepada para pelaku UMKM yang berjualan di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Dhoho Rabu (1/7). Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi antara pemerintah dan pedagang agar kawasan CFD tetap tertib sekaligus berkembang menjadi destinasi kuliner yang nyaman bagi masyarakat.
Kepala Dinkop UMTK Kota Kediri, Eko Lukmono, mengatakan penataan dilakukan sebagai bagian dari rangkaian kebijakan Pemerintah Kota Kediri dalam menertibkan aktivitas di kawasan CFD. Selain menjaga fungsi utama CFD sebagai ruang publik untuk berolahraga dan beraktivitas, pemerintah juga ingin memastikan UMKM tetap mendapat ruang untuk mencari nafkah dengan aturan yang jelas.
“Yang pertama kami memprioritaskan pelaku usaha mikro yang terdampak dari pemanfaatan lokasi CFD. Kemudian kami menyamakan satu frekuensi dengan pelaku usaha mikro agar kawasan CFD ke depan tidak lagi terkesan seperti pasar tumpah, tetapi bisa menjadi kawasan destinasi kuliner,” ujar Eko.
Menurutnya, para pedagang menyambut baik rencana penataan tersebut. Pemerintah berharap seluruh pelaku usaha memiliki komitmen yang sama untuk menjaga kenyamanan kawasan sehingga menjadi daya tarik baru di Kota Kediri.
Dalam sosialisasi itu, Dinkop UMTK juga menekankan sejumlah aturan yang harus dipatuhi pedagang. Di antaranya penataan jarak antar lapak yang telah disepakati sekitar 1,75 meter, menjaga kebersihan, hingga pengelolaan sampah, terutama bagi pedagang yang menyediakan makanan dan minuman untuk dikonsumsi di tempat.
Eko menjelaskan pembinaan tidak berhenti pada penataan lapak. Dinkop UMTK juga akan melakukan pendataan seluruh pelaku usaha agar lebih mudah memberikan pendampingan, seperti pengurusan sertifikasi halal, izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), hingga pembinaan keamanan pangan.
“Kalau mereka terdata, kami lebih mudah melakukan pembinaan. Misalnya untuk sertifikasi halal, PIRT, maupun memastikan produk yang dijual aman bagi masyarakat,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan konsep penataan kawasan dengan penyediaan area duduk sehingga pengunjung dapat menikmati kuliner dengan lebih nyaman tanpa mengganggu fungsi trotoar maupun ruang publik.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Jalan Dhoho, Bayu Aprikale, mengatakan para pedagang mendukung langkah penataan yang dilakukan pemerintah. Menurutnya, sosialisasi tersebut menekankan pentingnya ketertiban agar seluruh pedagang dapat berjualan dengan nyaman tanpa saling berebut lokasi.
“Yang ditekankan tadi soal tata tertib supaya semua bisa berjualan dengan rukun dan tidak saling sikut antar pedagang,” ujarnya.
Ia menyebut saat ini terdapat sekitar 300 pedagang yang berjualan di kawasan CFD Jalan Dhoho. Pada sosialisasi tersebut, sekitar 150 pedagang binaan Dinkop UMTK dari kawasan Jalan Stasiun hingga Aris Motor mengikuti kegiatan.
Untuk mencegah praktik jual beli lapak, paguyuban juga telah menerapkan sistem kartu tanda anggota (KTA). KTA tersebut melekat pada masing-masing pedagang dan tidak dapat dipindahtangankan tanpa persetujuan pengurus.
“Harapannya dengan penataan ini CFD Jalan Dhoho tidak hanya menjadi agenda mingguan, tetapi benar-benar menjadi daya tarik Kota Kediri yang tertib, nyaman, dan semakin diminati masyarakat,” pungkas Bayu. kin/mg
There is no ads to display, Please add some










