Kediri – Hari kedua Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 diawali dengan Sidang Pleno II bertema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa” di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Minggu (21/6).
Sidang pleno dihadiri jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), para kiai, ulama, pengurus wilayah, serta tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia. Diantaranya Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), serta sejumlah tokoh NU dan ulama dari berbagai daerah.
Dalam sidang tersebut, Wakil Rais ‘Aam PBNU KH Anwar Iskandar menyampaikan arahan mengenai pentingnya memperkuat peran strategis Nahdlatul Ulama dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui berbagai bidang pengabdian.
“NU harus hadir di tengah kehidupan masyarakat. NU lahir untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan, dakwah, kesehatan, ekonomi dan berbagai bidang lainnya yang membawa kemaslahatan,” kata KH Anwar Iskandar dalam arahannya.
Ia menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, melainkan juga kualitas sumber daya manusia yang memiliki ilmu pengetahuan, akhlak mulia, dan kemampuan hidup berdampingan secara harmonis.
“Melalui ilmu dan akal yang berkembang dalam pendidikan, kesehatan maupun ekonomi, NU harus ikut membangun peradaban yang lebih baik bagi bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Gus War mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat persaudaraan di tengah berbagai tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, NU harus terus menjadi kekuatan sosial yang mampu menghadirkan keteduhan sekaligus menjaga keutuhan masyarakat.
“Yang harus kita bangun adalah kehidupan yang damai, rukun, guyub dan bersatu. NU harus terus menjadi kekuatan yang menjaga persaudaraan dan menghadirkan kemanfaatan bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










