Kediri – Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengungkapkan bahwa usulan Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, sebagai lokasi pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama mendatang berawal dari arahan salah seorang kiai sepuh KH Nurul Huda Djazuli pengasuh Ponpes Al Falah Ploso.
Hal itu disampaikan Gus Yahya saat menghadiri rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Sabtu (20/6).
Menurut Gus Yahya, sekitar dua hingga dua setengah bulan lalu, saat bersilaturahmi dengan KH Nurul Huda Djazuli, dirinya mendapat arahan agar mengusulkan lokasi muktamar yang memiliki akar sejarah kuat serta fungsi spiritual yang besar bagi warga Nahdliyin.
“Ketika saya sowan kepada Kiai Nurul Huda Djazuli kira-kira dua bulan lalu, beliau menyampaikan kepada saya dan memerintahkan kepada saya agar menyampaikan usulan tempat muktamar di pondok pesantren yang memiliki akar sejarah dan punya peran sebagai fungsi spiritual di lingkungan NU. Menurut beliau, yang paling tepat untuk pelaksanaan itu adalah Lirboyo,” ujar Gus Yahya.
Arahan tersebut kemudian langsung disampaikan kepada publik sebagai salah satu usulan yang dapat dipertimbangkan dalam pembahasan Muktamar NU mendatang. Meski demikian, Gus Yahya menegaskan bahwa keputusan lokasi muktamar belum ditetapkan dan masih akan dibahas.
“Nanti kita lihat bagaimana diskusi di dalam sidang komisi ini dan apa kesimpulannya,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









