Kediri – Pemerintah Kota Kediri terus memacu penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Kota Kediri sekaligus mengejar target penerimaan peserta didik menjelang operasional perdana pada tahun ajaran baru 2026/2027. Hingga saat ini, progres pembangunan fisik telah mencapai sekitar 85 persen, sementara jumlah calon siswa yang menyatakan minat baru mencapai 50 persen dari target.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttaqin, mengatakan perkembangan pembangunan menunjukkan kemajuan signifikan dibandingkan pekan lalu.
“Bangunan kurang lebih sudah 85 persen. Saat kami cek hari Minggu kemarin masih ada lima bangunan yang atapnya belum tertutup genteng. Setelah kami pantau menggunakan drone, sekarang tinggal dua bangunan yang masih terbuka. Artinya tiga bangunan sudah tertutup dan kami harapkan siang ini ada progres lagi,” ujarnya Kamis (18/6).
Di sisi lain, proses penerimaan peserta didik masih menjadi perhatian. Hingga pertengahan Juni, jumlah calon siswa yang menyatakan minat baru sekitar 50 persen dari target yang ditetapkan pemerintah.
Untuk mengejar target tersebut, Dinas Sosial terus melakukan penjangkauan kepada calon peserta didik dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang menjadi sasaran program Sekolah Rakyat.
“Kami terus melakukan penjangkauan. Sudah kami sounding ke berbagai pihak dan pengelola agar membuka saluran informasi seluas-luasnya. Masyarakat yang belum mengetahui program ini bisa menghubungi Dinas Sosial melalui berbagai kanal yang tersedia, termasuk website Dinas Pendidikan dan Kominfo,” katanya.
Meski demikian, Imam mengaku optimistis target penerimaan siswa dapat tercapai sebelum operasional dimulai.
“Kami optimistis target sekitar 270 siswa bisa terpenuhi karena itu yang ditargetkan dan menjadi harapan Mbak Wali Kota,” tambahnya.
Sementara itu, jadwal peluncuran Sekolah Rakyat masih bersifat tentatif. Pemerintah daerah saat ini masih menunggu keputusan pemerintah pusat terkait agenda peresmian yang direncanakan berlangsung pada 14 Juli 2026.
Sebelumnya Imam juga sempat rapat koordinasi dengan Kementerian Sosial di Jakarta menyebutkan bahwa seluruh Sekolah Rakyat harus sudah mulai beroperasi pada 14 Juli, meski sejumlah persiapan masih terus dilakukan.
“Salah satu yang diminta Kementerian kepada pemerintah daerah adalah memastikan operasional sudah berjalan pada 14 Juli, termasuk mobilisasi siswa,” jelasnya.
Ia mengungkapkan tenaga pendidik yang direkrut langsung oleh Kementerian Sosial diperkirakan baru siap bertugas pada Agustus mendatang. Karena itu, pemerintah daerah diminta membantu menyiapkan guru sementara selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
“Guru dari Kementerian Sosial baru siap Agustus. Karena itu pemda diminta membantu menyiapkan guru dari daerah selama MPLS agar operasional sekolah tetap bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some









