Kediri – Upaya membangun ekosistem perfilman di Kota Kediri terus menunjukkan geliat positif. Salah satunya melalui pelaksanaan kelas acting yang menghadirkan aktor sekaligus komedian nasional, Isa Wahyu Prastantyo, yang lebih dikenal Isa Bajaj sebagai pemateri bertempat di Warung Brader Kota Kediri pada Jumat (19/6).
Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda di Kota Kediri untuk mengenal dunia akting sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap terlibat dalam industri film.
Isa mengaku bangga dapat menjadi pembicara dalam kelas acting yang digelar di Kota Kediri. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga karena untuk pertama kalinya ia berbagi ilmu akting di daerah sendiri.
“Sebenarnya suatu kebanggaan bagi saya menjadi pembicara di Kediri. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dan kehormatan karena saya bisa berbagi pengalaman di kelas acting di kota sendiri,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Isa membagikan pengalaman yang diperolehnya selama lebih dari satu dekade berkecimpung di dunia seni peran, mulai dari sinetron hingga layar lebar. Ia menegaskan dirinya bukan berasal dari latar belakang akademik seni peran, melainkan belajar langsung dari pengalaman di lapangan.
Menurut Isa, kunci utama untuk memulai karier di dunia akting adalah rasa percaya diri, kemauan belajar, serta kejujuran dalam memerankan karakter.
“Kalau mau terjun ke dunia akting, harus pede dan mau belajar. Dalam akting kita harus jujur terhadap karakter yang dimainkan. Berbeda dengan akting dalam kehidupan sehari-hari, di film kita harus membangun karakter dari imajinasi, observasi, dan memahami peran yang diberikan,” jelasnya.
Ia melihat antusiasme peserta cukup tinggi dan berharap kegiatan serupa dapat berlanjut hingga menghasilkan karya nyata berupa film pendek atau serial yang diproduksi oleh talenta-talenta lokal Kediri.
“Harapannya bukan hanya berhenti di materi. Mudah-mudahan nanti bisa lahir film-film pendek atau karya lain yang benar-benar terealisasi. Syukur-syukur talent dari Kediri bisa berkembang menjadi talent nasional,” katanya.
Sementara itu, filmmaker Kediri Harianto atau akrab disapa Harry menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan Kediri sebagai kota perfilman berbasis industri. Menurutnya, kebutuhan industri film tidak hanya aktor, tetapi juga berbagai profesi pendukung lainnya.
“Tujuan kegiatan ini bagaimana Kediri bisa menjadi perfilman berbasis industri. Kita menyiapkan talenta-talenta yang nantinya dibutuhkan dalam produksi film agar mereka sudah memiliki bekal sejak awal,” ujarnya.
Harry menilai perkembangan perfilman di Kediri saat ini sangat menjanjikan. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah lokasi di Kediri mulai dilirik sebagai tempat syuting film nasional.
“Ini menjadi nilai plus bagi Kediri. Kita punya banyak lokasi yang menarik untuk syuting. Tetapi yang harus disiapkan juga SDM-nya, sehingga ketika ada produksi film nasional datang ke Kediri, kita sudah memiliki aktor, figuran, maupun kru yang siap terlibat,” katanya.
Menurutnya, selama ini masyarakat masih banyak yang belum memahami proses casting. Karena itu, kelas acting dan kegiatan casting rutin diperlukan agar masyarakat mengenal proses produksi film secara lebih baik.
Ketua PARFI Kediri, Ellya Destiara Permata, mengatakan kelas acting menjadi bagian dari upaya mendorong geliat perfilman di Kota Kediri yang saat ini terus berkembang. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menyiapkan talenta-talenta lokal agar siap terlibat dalam industri film.
“Perkembangan perfilman Kediri hari ini sangat luar biasa dan sedang mengeliat. Melalui kelas acting ini kami ingin membekali talenta lokal agar memahami dunia akting dan proses casting dengan baik,” pungkasnya.
There is no ads to display, Please add some










