Kediri – UPT Pemadam Kebakaran Kota Kediri berharap Pemerintah Kota Kediri dapat merealisasikan pembangunan titik isi ulang atau tandon air di kawasan barat Sungai Brantas. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk mempercepat penanganan kebakaran sekaligus memangkas waktu pengisian ulang armada pemadam.
Kepala UPT Damkar Kota Kediri, Dhani Adi Projo, mengungkapkan saat ini armada Damkar Kota Kediri masih mengandalkan beberapa titik pengisian air yang terbatas. Salah satu lokasi yang kerap digunakan adalah kawasan air mancur Bundaran Sekartaji.
“Hari ini kami hanya memiliki titik isi ulang di Mako Damkar dan kantor PU. Belum ada titik isi ulang di sisi barat sungai. Kalau itu ada, tentu akan sangat membantu dan mempercepat penanganan,” ujar Dhani Jumat (19/6).
Menurut dia, keberadaan tandon atau hidran pengisian ulang di wilayah barat sungai akan memangkas waktu tempuh armada saat harus kembali mengisi air ketika proses pemadaman berlangsung.
Saat ini, armada pemadam harus mencari titik pengisian terdekat ketika kapasitas tangki habis. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika kebakaran terjadi dalam skala besar dan membutuhkan suplai air secara terus-menerus.
Dhani mengatakan usulan pembangunan fasilitas pengisian ulang tersebut sebenarnya telah lama menjadi perhatian internal Damkar. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan atensi karena kebutuhan tersebut berkaitan langsung dengan kecepatan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami berharap ada perhatian terkait titik isi ulang di wilayah barat sungai. Nilainya tidak terlalu besar dibanding manfaat yang bisa dirasakan masyarakat saat terjadi keadaan darurat,” katanya.
Selain persoalan sarana pendukung, Damkar Kota Kediri juga menghadapi peningkatan jumlah kejadian kebakaran. Dalam beberapa waktu terakhir, angka kebakaran disebut naik sekitar 25 hingga 30 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Mayoritas kasus masih dipicu korsleting listrik akibat instalasi yang sudah tua, penggunaan stop kontak bertumpuk, hingga modifikasi jaringan listrik yang tidak sesuai standar.
Karena itu, Dhani mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah dan segera melapor apabila menemukan tanda-tanda kebakaran.
“Api memiliki golden time. Semakin cepat diketahui dan dilaporkan, maka semakin kecil risiko kerugian yang ditimbulkan,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some









