Kediri – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri bersama insan media dari wilayah kerjanya yang meliputi Kediri, Tulungagung, dan Madiun menggelar Media Gathering OJK Kediri 2026 di Bali. Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Membangun Ekosistem Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang Berdaya” tersebut berlangsung di Kantor OJK Provinsi Bali.
Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara regulator sektor jasa keuangan dan media dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, OJK Provinsi Bali memaparkan berbagai capaian dan perkembangan perekonomian daerah yang didukung oleh kinerja sektor jasa keuangan. Berdasarkan data yang disampaikan, pertumbuhan ekonomi Bali pada tahun 2025 mencapai 5,82 persen. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 1,45 persen, menjadi yang terendah di Indonesia.
Kepala OJK Provinsi Bali, Parjiman, menjelaskan bahwa perekonomian Bali menunjukkan tren yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Meski pada tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Bali masih berada di angka 2,08 persen atau sedikit di bawah rata-rata nasional sebesar 2,42 persen, berbagai indikator ekonomi kini menunjukkan perbaikan yang signifikan.

“Perekonomian Bali terus menunjukkan kinerja yang cukup baik. Walaupun pada tahun 2020 pertumbuhannya masih berada di bawah rata-rata nasional, saat ini berbagai sektor ekonomi mampu bangkit dan tumbuh lebih kuat,” ujar Parjiman.
Ia menambahkan, Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita Bali mencapai Rp72,66 juta. Angka tersebut memang masih berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai Rp83 juta. Namun demikian, jika dibandingkan dengan banyak provinsi lain di Indonesia, capaian tersebut masih tergolong tinggi dan mencerminkan daya saing ekonomi Bali yang tetap kuat.
Menurut Parjiman, sektor jasa keuangan memiliki peran penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah. Kinerja industri perbankan di Bali menunjukkan perkembangan yang positif dengan pertumbuhan aset sekitar 7 persen. Pertumbuhan kredit maupun dana pihak ketiga (DPK) juga tercatat berada di atas rata-rata nasional.
“Kinerja sektor perbankan di Bali cukup solid. Pertumbuhan aset, kredit, dan dana pihak ketiga mampu mencatatkan angka yang lebih baik dibandingkan capaian nasional. Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor keuangan terus meningkat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Parjiman mengungkapkan bahwa dukungan sektor jasa keuangan di Bali banyak diarahkan kepada sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak utama ekonomi daerah, khususnya pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Berdasarkan hasil pemantauan OJK, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali menjadi salah satu bank pembangunan daerah dengan porsi penyaluran kredit UMKM tertinggi di Indonesia. Sebanyak 52,5 persen dari total kredit yang disalurkan BPD Bali dialokasikan untuk mendukung pengembangan UMKM.
“Ini menunjukkan komitmen kuat sektor perbankan dalam mendukung pengembangan UMKM sebagai penggerak utama ekonomi Bali,” tegas Parjiman.
Melalui kegiatan Media Gathering OJK Kediri 2026 ini, OJK berharap terbangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran sektor jasa keuangan dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat kolaborasi antara OJK dan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat.
Menutup paparannya, Parjiman menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Media Gathering OJK Kediri 2026 yang hadir di Pulau Dewata.
“Selamat datang di Bali. Semoga kegiatan ini dapat menjadi sarana berbagi pengetahuan, memperkuat sinergi, serta memberikan manfaat bagi pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan jasa keuangan di daerah,” pungkasnya. mg
There is no ads to display, Please add some










