Kediri – Setelah sempat mengalami kepadatan cukup tinggi pada hari-hari awal penutupan akses jembatan, kondisi lalu lintas di kawasan Jalan Tembus Kaliombo dan sejumlah ruas jalan pengalihan di Kota Kediri mulai berangsur lancar.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Ahmad Cholisudin, mengatakan kepadatan yang terjadi pada hari pertama hingga kedua pascapenutupan jalan merupakan hal yang wajar. Pasalnya, arus kendaraan yang sebelumnya melewati jalur utama harus dialihkan ke Jalan Kaliombo maupun Jalan Kapten Tendean sehingga terjadi peningkatan volume kendaraan.
“Alhamdulillah dalam dua hari terakhir ini relatif sudah lancar. Memang pada awal penutupan, terutama hari Jumat dan Sabtu, terjadi kepadatan yang cukup tinggi. Namun hal itu lebih disebabkan oleh meningkatnya volume kendaraan yang harus dialihkan ke jalur lain,” ujarnya Rabu (10/6).
Menurut Cholisudin, antrean panjang yang terjadi bukan disebabkan oleh gangguan pengaturan lalu lintas, melainkan dampak dari bertambahnya jumlah kendaraan pada ruas jalan pengalihan. Selain itu, masih ditemukan pengendara, khususnya roda dua, yang melanggar marka jalan dengan saling mendahului sehingga menghambat kelancaran arus lalu lintas.
Untuk mengurai kepadatan, Dishub Kota Kediri menerjunkan petugas di sejumlah titik dan menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Corekan dan Kaliombo Raya. Jalan Corekan diberlakukan satu arah, sementara Jalan Kaliombo Raya juga dibuat satu arah dari barat ke timur.
“Rekayasa ini kami lakukan untuk mengurangi titik crossing atau perpotongan arus kendaraan di dua persimpangan yang selama ini menjadi penyebab antrean panjang. Dampaknya cukup signifikan terhadap kelancaran lalu lintas di Jalan Tembus Kaliombo,” jelasnya.
Ia menambahkan, masyarakat kini mulai terbiasa dengan pola pengalihan arus yang diterapkan sehingga dapat menentukan jalur alternatif yang akan dilalui. Sebagian pengendara bahkan memilih menggunakan jalan-jalan lingkungan atau gang kecil untuk menghindari kepadatan.
Meski demikian, Dishub tetap mengimbau para pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan dan disiplin berlalu lintas selama masa penyesuaian.
“Kami mohon para pengendara semakin berhati-hati, saling menghormati sesama pengguna jalan dan tidak saling mendahului di titik-titik yang sudah padat agar tidak menimbulkan hambatan lalu lintas,” tambahnya.
Sementara itu, Nadia, salah satu pengguna jalan yang setiap hari melintas dari kawasan Kaliombo menuju Bandar Kidul, mengaku masih merasakan dampak kemacetan akibat penutupan akses tersebut.
“Biasanya perjalanan sekitar lima sampai sepuluh menit, sekarang bisa lebih dari 15 menit. Jadi waktu berangkat kerja juga harus lebih awal karena macetnya cukup panjang,” pungkasnya.
Meski sempat merasakan kondisi lalu lintas yang lebih lancar setelah adanya penyesuaian arus, Nadia berharap pemerintah terus melakukan evaluasi agar kemacetan yang masih terjadi pada jam-jam tertentu dapat segera teratasi.
“Semoga bisa lancar lagi lah jalannya,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









