Kediri – Kota Kediri menjadi salah satu daerah yang ditunjuk oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur sebagai lokasi pelaksanaan program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam kegiatan Perkemahan Wirakarya Jawa Timur 2026.
Program tersebut langsung ditinjau oleh Wakil Ketua Pembina Anggota Muda Kwarda Jawa Timur Arumi Bachsin saat berkunjung ke Kota Kediri pada Rabu (3/6).
Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Kediri, Vinanda Prameswati menjelaskan bahwa Perkemahan Wirakarya merupakan kegiatan kepramukaan yang menitikberatkan pada aksi sosial dan kemanusiaan.
“Perkemahan Wirakarya itu fokus pada kegiatan sosial kemanusiaan. Di dalamnya ada program bedah rumah dengan kategori ringan, sedang, dan berat. Untuk kategori ringan misalnya pengecatan rumah warga atau membantu kebersihan tempat ibadah. Sedangkan kategori sedang dan berat berupa pekerjaan fisik hingga renovasi rumah,” ujarnya.
Untuk Kota Kediri, terdapat tiga RTLH yang telah ditetapkan sebagai penerima bantuan. Ketiganya berada di Kelurahan Rejomulyo, Kelurahan Ngampel, dan Kelurahan Bangsal yang mewakili tiga kecamatan di Kota Kediri.
Menurut Vinanda, ketiga rumah tersebut masuk kategori perbaikan berat sehingga membutuhkan penanganan yang lebih menyeluruh. Pelaksanaan pembangunan nantinya akan melibatkan anggota Pramuka sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Semua pengerjaannya melibatkan Pramuka. Target pengerjaannya kurang lebih satu hingga dua bulan dan diharapkan dapat selesai sesuai jadwal yang telah ditentukan,” jelasnya.
Sementara itu, Arumi Bachsin menegaskan bahwa program bedah rumah dalam Perkemahan Wirakarya tidak hanya bertujuan membantu masyarakat yang membutuhkan hunian layak, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi anggota Pramuka.
“Kami ingin kegiatan Pramuka benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Melalui program ini, anggota Pramuka belajar tentang kepedulian sosial, gotong royong, dan bagaimana hadir untuk membantu sesama,” kata Arumi.
Ia menambahkan, sebelum pelaksanaan pembangunan dilakukan, tim Kwarda Jawa Timur akan melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan data administrasi sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Kami memastikan bantuan ini tepat sasaran. Rumah yang dipilih benar-benar milik warga yang membutuhkan dan tingkat kerusakannya telah diverifikasi. Harapannya program ini bisa berjalan konsisten dan menjangkau semakin banyak masyarakat,” ujarnya.
Arumi mengungkapkan, saat ini terdapat empat daerah di Jawa Timur yang menjadi lokasi program Perkemahan Wirakarya, yakni Kota Kediri, Kota Malang, Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Trenggalek.
“Target besar kami ke depan adalah semakin banyak rumah yang bisa mendapatkan manfaat. Bukan hanya membantu warga memiliki rumah yang lebih layak, tetapi juga membentuk karakter anggota Pramuka melalui pengalaman nyata di lapangan,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










