Kediri – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) melakukan penelusuran arsip-arsip peninggalan era kolonial Belanda di wilayah Kota Kediri. Salah satu lokasi yang dikunjungi ialah Gereja Merah atau GPIB Immanuel Kota Kediri pada Selasa (19/5).
Menurut Farandika Daneswara perwakilan ANRI, dalam penelusuran tersebut ditemukan sebuah kitab Injil kuno yang diperkirakan berasal dari tahun 1867. Kitab tersebut dinilai memiliki nilai sejarah tinggi dan menjadi salah satu dokumen tertua yang masih tersimpan di Kota Kediri.
“Saya di sini dalam rangka melacak arsip-arsip era kolonial Belanda yang masih disimpan di beberapa lokasi di sekitar Kediri. Salah satunya di Gereja Merah atau GPIB Immanuel,” ujar Farandika.
Menurutnya, kondisi kitab kuno tersebut masih cukup baik meski beberapa bagian mulai mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan khusus.
“Kalau menurut saya kondisinya masih terbilang bagus, cuma ada beberapa halaman yang perlu restorasi karena ada yang sobek dan dikhawatirkan lapuk sehingga tulisannya hilang,” katanya.
Farandika mengaku belum bisa memastikan apakah kitab tersebut menjadi yang tertua di Jawa Timur karena masih perlu penelusuran lebih lanjut di sejumlah gereja lainnya. Namun, ia menilai kitab itu dapat dikategorikan sebagai salah satu arsip tertua yang dimiliki Kota Kediri.
“Setidaknya ini bisa divalidasi sebagai salah satu kitab tertua di Kota Kediri. Karena tahun 1867 itu wilayah administrasi juga belum seperti sekarang,” jelasnya.
Ia menilai arsip sejarah seperti kitab Injil kuno tersebut sangat berharga dan perlu mendapat perhatian serius, baik dari pihak gereja maupun pemerintah.
“Semua dokumen sejarah pasti berharga. Yang penting bagaimana kita menjaganya dan mempelajari nilai-nilai dari masa lalu untuk kehidupan masa kini dan masa depan,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










