Kediri – Dinas Kesehatan Kota Kediri memastikan kondisi siswa yang sempat mengalami dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah kini berangsur membaik. Mayoritas siswa dilaporkan telah kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Hamida mengatakan pihaknya bersama tim puskesmas langsung melakukan mitigasi dan pemantauan terhadap siswa terdampak, khususnya di SDN Ketami 2 yang menjadi sekolah dengan jumlah siswa terdampak terbanyak.
“Alhamdulillah Dinas Kesehatan Kota Kediri langsung bergerak, kemudian dari puskesmas juga bergerak. Setelah kami mitigasi dan mengunjungi siswa, terutama di SD Ketami 2 yang terdampak paling banyak, sebagian besar sudah kembali masuk sekolah,” ujarnya Senin (27/4).
Dari total 53 siswa terdampak di SDN Ketami 2, hanya tiga siswa yang belum masuk sekolah. Namun, ketiganya dipastikan sudah tidak mengalami gejala keracunan.
“Satu siswa tidak masuk karena batuk pilek sehingga diminta orang tuanya istirahat di rumah. Dua lainnya tidak masuk karena ada kepentingan keluarga. Tapi kami pastikan sudah tidak ada gejala seperti mual, muntah, pusing maupun diare,” jelasnya.
Menurut dr. Hamida, tim kesehatan bersama puskesmas juga mendatangi rumah siswa untuk memastikan kondisi kesehatan mereka secara langsung.
“Kita langsung mengunjungi anak dan orang tuanya untuk memastikan kondisinya,” katanya.
Sementara itu, siswa di SDN Ketami 1 dan SDN Tempurejo 1 dilaporkan sudah kembali masuk seluruhnya.
“Untuk SD Ketami 1 alhamdulillah sudah masuk semua. SD Tempurejo 1 juga sudah masuk semua,” tambahnya.
Secara keseluruhan, jumlah siswa terdampak dalam kejadian tersebut tercatat sebanyak 73 siswa. Meski demikian, Dinas Kesehatan memastikan kondisi para siswa kini sudah stabil dan terus dipantau oleh tim kesehatan.kin/mg
There is no ads to display, Please add some








