Kediri – Lokasi pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) hingga kini belum ditetapkan. Meski banyak usulan yang masuk, Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf mengungkapkan penentuan akan dilakukan bersama para kiai sepuh dan mustasyar sesuai arahan para kiai sepuh dalam sejumlah pertemuan sebelumnya.
“Belum ada keputusan. Saat ini masih sebatas usulan dari berbagai pihak. Nanti akan diputuskan bersama-sama dengan para kiai sepuh dan mustasyar,” ujarnya saat dikonfirmasi Selasa (14/4).
Salah satu lokasi yang sejak awal diusulkan adalah Pondok Pesantren Lirboyo, sementara itu sejumlah pondok pesantren lain juga turut mengusulkan diri sebagai tuan rumah. Meski belum ditentukan, Gus Yahya sapaan akrabnya menegakan kemungkinan besar Muktamar NU ke 35 ini akan berlangsung di pondok pesantren.
“Kita harapkan pertama, bahwa muktamar , itu dari aspirasi yang cukup luas dari warga, diselenggarakan di Pondok Pesantren, yang pertama. Dan pondok pesantren ini memiliki Bobot yang dapat dipandang menjadi Landasan legitimasi yang kuat bagi hasil muktamar nantinya,” jelas Gus Yahya
Sementara itu, menurut Gus Yahya, pondok pesantren Al Falah Ploso, juga menyatakan kesiapan untuk mendukung. Dukungan tersebut akan diberikan jika nantinya diputuskan bahwa Muktamar digelar di Lirboyo.
“Saya sendiri secara pribadi sowan ke Kyai Nurul Huda dan dawuh beliau akan mebackup saja apabila memang disepakati muktamarnya di Lirboyo,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some









