Kediri – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemenuhan gizi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan meresmikan 27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar beberapa wilayah di Indonesia.
Peresmian ini menambah capaian nasional, setelah sebelumnya 36 SPPG di Nusa Tenggara Barat dan 69 SPPG di Batang juga telah dioperasikan. Peresmian digelar di Pondok Pesantren Lirboyo pada Selasa (14/4).
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menyampaikan bahwa hingga saat ini jumlah SPPG yang telah berjalan mencapai lebih dari 250 unit di berbagai daerah. Ia menegaskan, keberadaan SPPG tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan makanan bergizi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga diharapkan menjadi pusat penguatan ketahanan masyarakat.
“Ke depan kita harapkan SPPG ini menjadi simpul dari berbagai inisiatif ketahanan masyarakat yang sedang kita bangun,” ujarnya.
Di kawasan Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, saat ini baru terdapat dua SPPG yang beroperasi. Padahal, jumlah santri di kawasan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 52 ribu orang. Dengan kebutuhan yang besar, PBNU menargetkan penambahan minimal enam SPPG dalam waktu dekat, bahkan secara ideal bisa mencapai hingga 20 unit.
Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menilai pengembangan SPPG di lingkungan pesantren seperti Lirboyo memiliki potensi besar karena tidak hanya berfokus pada distribusi makanan.
Menurutnya, model yang mulai diterapkan di Lirboyo sudah mengarah pada integrasi ekosistem ekonomi. Hal ini terlihat dari adanya kegiatan business matching yang mempertemukan pelaku usaha masyarakat, lembaga pembiayaan seperti perbankan, hingga penyerapan produk oleh SPPG.
“Ini yang dibutuhkan. Bukan hanya memberikan makanan, tetapi bagaimana kegiatan ekonomi masyarakat tumbuh, didukung pembiayaan, dan hasilnya bisa terserap oleh SPPG,” jelasnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, dalam konteks program pemenuhan gizi, ia memberikan pesan khusus kepada para santri agar memanfaatkan fasilitas tersebut untuk meningkatkan kualitas belajar.
“Sekarang sudah makan bergizi, maka harus lebih semangat belajar. Waktu belajar harus ditingkatkan, kesungguhan juga harus ditambah,” tegasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some









