Kediri – Persik Kediri harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang Persijap Jepara tanpa gol (0-0) pada laga yang digelar di Stadion Brawijaya, Senin (6/4).
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Ia menilai timnya layak meraih kemenangan, namun kurang beruntung dalam beberapa momen krusial.
“Perasaan kami tentu kecewa karena kami pikir pantas mendapatkan tiga poin. Kami punya peluang, termasuk penalti dan gol yang dianulir. Tapi ini bagian dari sepak bola, kadang hasil tidak sesuai harapan,” ujarnya.
Meski gagal menang, Marcos tetap mengapresiasi penampilan timnya yang mampu menjaga clean sheet di tengah kondisi skuad yang tidak lengkap.
“Kami tetap senang dengan clean sheet. Walaupun ada beberapa kesalahan dan sejumlah pemain tidak bisa tampil, tim tetap menunjukkan performa yang bagus,” tambahnya.
Persik memang tidak turun dengan kekuatan penuh. Beberapa pemain absen akibat cedera dan akumulasi kartu, seperti Hamra Hehanusa, Telmo Castanheira, hingga Adrian Luna. Kondisi ini membuat Marcos harus memberi kesempatan kepada pemain lain.
“Ini jadi peluang bagi pemain lain seperti Supriadi, Wigi Pratama, Bayu Otto, dan Chechu Meneses untuk tampil,” jelasnya.
Selain itu, Marcos juga menyoroti kepemimpinan wasit yang dinilai terlalu sering menghentikan pertandingan sehingga mengganggu ritme permainan timnya.
“Pertandingan terlalu sering terhenti. Itu membuat ritme sulit terbentuk, terutama bagi kami yang ingin menguasai bola. Wasit harus bisa mengambil keputusan lebih cepat dan jelas,” tegasnya.
Sementara itu, pemain Persik Kediri, Wigi Pratama, menyebut hasil ini belum sesuai dengan kerja keras tim selama masa persiapan.
“Kami sudah mempersiapkan diri dengan baik selama dua minggu. Hasil ini belum berpihak kepada kami, tapi ke depan kami akan berjuang lebih keras dan lebih kompak,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some









