Kediri – Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri melakukan upaya pemangkasan dan perampingan batang pohon saat cuaca ekstrem. Pihaknya memastikan bahwa kejadian pohon tumbang yang terjadi belakangan ini bukan semata karena faktor usia pohon, melainkan dipicu oleh cuaca ekstrem.
Kepala DLHKP Kota Kediri, Indun Munawaroh, menjelaskan bahwa pihaknya selama ini telah rutin melakukan pemangkasan dan pemotongan terhadap pohon-pohon yang dipetakan memiliki risiko tinggi, terutama saat menghadapi potensi cuaca ekstrem.
“Penanganan rutin terus kami lakukan, baik dari aduan masyarakat melalui layanan 112 maupun permohonan langsung ke DLHKP,” ujarnya Selasa (31/3).
Meski demikian, kondisi cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir tetap memicu sejumlah pohon tumbang. Menurutnya, sebagian besar pohon yang tumbang justru tidak tergolong tua, namun tidak mampu menahan terpaan angin kencang.
Dalam sepekan terakhir, DLHKP mencatat banyaknya titik pohon tumbang. Untuk mempercepat penanganan, tim dibagi menjadi tiga kelompok, yakni tim penyisiran, tim pemotongan rutin, serta tim penanganan sisa kejadian, termasuk dampak puting beliung yang terjadi pada Sabtu lalu.
Selain itu, DLHKP juga tetap menjalankan pemotongan rutin berdasarkan laporan yang masuk. Penentuan prioritas dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pohon serta potensi dampaknya terhadap masyarakat apabila tumbang, terutama terkait akses jalan dan keselamatan warga.
“Hari ini, 31 Maret, ada beberapa titik kejadian, seperti di wilayah Sumber Jiput, termasuk laporan rumah warga yang tertimpa pohon,” tambah Indun.
DLHKP mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan jika menemukan pohon berisiko tumbang di lingkungan sekitar. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









