Kediri – Usai perayaan Hari Raya Idul Fitri, aktivitas jual beli ketupat di sejumlah pasar tradisional Kota Kediri terpantau ramai. Di Pasar Pesantren dan Pasar Pahing, pedagang ketupat bahkan menjamur dan memenuhi area pasar pada Kamis (26/3).
Lapak-lapak dadakan yang menjual ketupat matang, selongsong ketupat, hingga janur tampak berjejer dan menarik perhatian pengunjung. Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan ketupat kembali meningkat, terutama untuk kebutuhan pasca Lebaran.
Salah satu pedagang, Hanis, mengaku banyak pembeli yang mencari ketupat untuk keperluan acara kupatan maupun halal bihalal bersama keluarga.
“Mulai ramai, biasanya setelah Lebaran masih banyak yang cari ketupat untuk acara keluarga dan kupatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penjualan mulai mengalami peningkatan. Dalam sehari, Hanis masih mampu menjual puluhan hingga ratusan ketupat.
“Harganya mulai Rp8 ribu per ikat isi 10 selongsong ketupat janur. Kalau sekarang tidak sebanyak kemarin, tapi masih tetap jalan. Banyak yang beli karena praktis,” tambahnya.
Kondisi serupa juga terlihat di Pasar Pahing. Deretan penjual ketupat masih bertahan menjajakan dagangannya, memanfaatkan momen tradisi kupatan yang biasanya digelar beberapa hari setelah Lebaran.
Sementara itu, sejumlah warga mengaku lebih memilih membeli ketupat jadi dibandingkan membuat sendiri. Selain lebih praktis, cara ini juga dinilai lebih efisien dari segi waktu.
Salah satu pembeli, Dewi, mengatakan dirinya membeli ketupat siap pakai untuk kebutuhan acara keluarga.
“Lebih enak beli jadi, tidak ribet harus menganyam. Apalagi kalau butuh banyak,” ujarnya.
Para pedagang berharap tren penjualan ketupat ini masih akan bertahan dalam beberapa hari ke depan, seiring masih berlangsungnya tradisi kupatan di tengah masyarakat. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









