Kediri – Ribuan jamaah Muhammadiyah melaksanakan Sholat Idul fitri yang digelar di Stadion Brawijaya , Kota Kediri pada Jumat (20/3) berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri, Achmad Khoirudin, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan secara umum berjalan aman dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
“Ini bukan sekadar anugerah, tapi kenikmatan luar biasa. Kemarin hujan terus-menerus, tapi menjelang sholat suasana menjadi tenang, sehingga ibadah bisa terlaksana dengan nyaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, jumlah jamaah yang hadir cukup banyak. Selain di Stadion Brawijaya, pelaksanaan Sholat Idul Fitri juga digelar di sejumlah titik lain di Kota Kediri, dengan total sekitar 18 lokasi.
Beberapa titik tersebut tersebar di berbagai wilayah, seperti Kecamatan Pesantren, kawasan Gajah Mada, Lapangan Bujel, Lapangan Mrican, hingga GOR Jayabaya. Namun, Stadion Brawijaya menjadi lokasi dengan jumlah jamaah terbanyak.
Achmad Khoirudin juga menekankan pentingnya menyikapi perbedaan dalam penentuan hari raya dengan bijak. Menurutnya, perbedaan merupakan keniscayaan yang tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan.
“Perbedaan itu adalah sesuatu yang sudah menjadi bagian dari kehidupan. Tidak ada alasan untuk menjadikannya sebagai sumber perselisihan atau permusuhan. Justru kita dituntut untuk mengambil hikmah dari perbedaan tersebut,” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mengaktualisasikan nilai-nilai yang telah dipelajari selama bulan Ramadan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kejujuran, kesabaran, empati, dan istiqomah.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi bagaimana nilai-nilai itu bisa kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari, agar kita benar-benar mencapai derajat takwa,” tambahnya.
PDM Kota Kediri berharap, momentum Idul fitri ini dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan dan meningkatkan kualitas keimanan masyarakat, di tengah keberagaman yang ada.kin/mg
There is no ads to display, Please add some








