Kediri – Antusiasme warga memadati Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kota Kediri menjelang Ramadan dan Idulfitri di Kelurahan Tempurejo, Senin (23/2). Baru berjalan sekitar satu jam sejak dibuka, komoditas utama berupa beras dan minyak goreng langsung ludes diborong masyarakat.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kota Kediri, Teddy Setiawan, mengatakan GPM dilaksanakan pada 23–27 Februari 2026. Setelah Tempurejo, agenda berikutnya akan digelar di Kelurahan Kaliombo, Betet, Rejomulyo dan Bangsal.
“Tujuan utama kegiatan ini untuk menjaga ketersediaan pangan dan menekan harga agar tetap terkendali selama Ramadan. Alhamdulillah, respons masyarakat sangat tinggi,” ujarnya.
Untuk memastikan pasokan, DKPP menggandeng sejumlah mitra. Beras SPHP disediakan oleh Perum Bulog, sementara beras premium dan aneka kebutuhan pokok lainnya disuplai Samudera Supermarket. Minyak goreng dan minyak premium dipasok PT Pasar Minerba Indonesia.
Dalam setiap titik GPM, panitia menyiapkan antara lain beras SPHP, minyak goreng hingga 600 liter, gula pasir 400 kilogram, telur ayam ras 200 kilogram, serta aneka sayur dan produk olahan ikan dengan harga terjangkau. Paket sayur, misalnya, dijual Rp5.000 per ikat.
Salah satu warga, Ririn (48) asal Ketami Pesantren, mengaku sangat terbantu. “Lebih murah dan kualitasnya bagus. Beras 5 kilogram di sini Rp50 ribu, minyak goreng di luar bisa Rp17 ribuan, di sini sekitar Rp15.700. Bisa hemat puluhan ribu dan cukup untuk kebutuhan satu bulan,” katanya.
Pemkot Kediri berharap GPM mampu menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi hingga Hari Raya Idulfitri. Dengan tingginya minat warga, pemerintah memastikan stok di titik-titik berikutnya tetap disiapkan sesuai kebutuhan. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









