Kediri – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Kediri berkolaborasi dengan Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Tim Reaksi Cepat (TRC), serta unsur perlindungan sosial untuk membantu mencarikan solusi bantuan bagi orang tua seorang anak penderita kelainan jantung yang membutuhkan perawatan lanjutan.
Anak tersebut bernama Gerda Eunike Shenavia, siswi kelas 5 SD, yang diketahui mengalami kelainan jantung. Saat ini, Gerda telah menjalani perawatan di RS Gambiran Kota Kediri dan selanjutnya dirujuk ke RS Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani operasi jantung.
Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kediri, Adi Sutrisno, menjelaskan bahwa seluruh kebutuhan medis, termasuk tindakan operasi dan ambulans, telah dijamin secara gratis. Namun, masih terdapat kendala pada biaya hidup selama proses pendampingan di Surabaya.
“Untuk biaya medis dan ambulans sudah free semua. Yang masih menjadi kebutuhan adalah biaya hidup orang tua selama mendampingi anaknya menjalani perawatan dan operasi. Ini yang sedang kami upayakan bersama,” ujar Adi Sutrisno pada Senin (2/2).
Pihak Kwarcab telah melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Sosial Kota Kediri serta Kabid P2P Dinas Kesehatan untuk mengusulkan bantuan biaya hidup. Usulan tersebut diajukan melalui Dinas Sosial atas arahan Wali Kota Kediri.
Diketahui, kondisi ekonomi orang tua Gerda masuk dalam desil 1–5. Ayahnya bekerja sebagai karyawan rumah makan, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Kediri berharap bantuan dapat segera terealisasi sehingga proses pengobatan Gerda di Surabaya dapat berjalan lancar tanpa terkendala persoalan biaya hidup.
“Kami ingin memastikan bahwa keluarga tetap mendapatkan pendampingan dan tidak merasa sendiri. Ini bagian dari kepedulian sosial Pramuka kepada masyarakat,” pungkas Adi Sutrisno.kin/mg
There is no ads to display, Please add some









