Kediri — Industri pernikahan di Kota Kediri terus memperlihatkan perkembangan. Hal ini terlihat dari antusiasme dalam gelaran Wedding Expo Kediri 2025 yang berlangsung selama tiga hari yakni 18-20 Juli di atrium Kediri Town Square, Kota Kediri.
Sebanyak 33 vendor lokal turut berpartisipasi, mulai dari jasa rias, busana, dekorasi, foto, hingga katering. Meski ruang pamer tidak sebesar dibanding tahun lalu, jumlah peserta tetap stabil.
Stage Manager Wedding Expo Kediri Desy Puspita menuturkan, berkaca dari perhelatan tahun sebelumnya, antusiasime pengunjung meningkat positif. Dimana tahun lalu satu pengunjung bisa melakukan lebih dari satu transaksi. “Ini jadi indikator bahwa pasar mulai bergerak lagi,” ujarnya, Sabtu, (19/07/2025).

Sejak pertama kali digelar pada 2019, Wedding Expo Kediri kini memasuki tahun ke-7. Usai pandemi, pelaku usaha berharap 2025 menjadi tahun pemulihan penuh bagi industri pernikahan.
Tahun ini, expo mengusung tema “Serenity in Drapery” yang terinspirasi dari tren dekorasi pernikahan selebriti seperti Luna Maya dan Al-Ghazali. Beberapa vendor bahkan langsung mengadopsi gaya tersebut atas permintaan pelanggan.
Selain menjadi ajang transaksi, expo ini juga menjadi sarana membangun kembali kepercayaan publik terhadap vendor pernikahan lokal. “Kita ingin menunjukkan bahwa vendor di Kediri profesional dan amanah,” tambah Desy.
Ulfa, pemilik Ulfa Merdeka Party Planner, mengungkapkan bahwa Wedding Expo menjadi momen penting bagi vendor untuk memperkenalkan diri ke publik.
“Ini kesempatan menciptakan brand awareness. Kita juga kasih banyak promo yang jarang ada di hari biasa, bahkan ada bundling antarvendor supaya jatuhnya lebih murah,” ujar Ulfa. Ia menyebut, tahun ini timnya berhasil mencatat 10 transaksi layanan dan kembali mengalami “sold out” seperti tahun-tahun sebelumnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some










