Kediri – Wakil Wali Kota Kediri, Gus Qowim, mendorong para pemuda untuk semakin menguasai kemampuan digital marketing agar mampu bersaing di era bisnis modern. Hal tersebut disampaikannya saat membuka workshop skill digital bertajuk “Pola dan Strategi Jualan Laris di Shopee” yang digelar DPD KNPI Kota Kediri di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Minggu (23/11).
Workshop ini menghadirkan narasumber Weliyan Tanoyo, founder Digifolium, serta perwakilan dari Bank Indonesia. Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Kediri.
“Acara yang diadakan KNPI ini luar biasa. Mbak Wali sangat mendukung kegiatan seperti ini. Apalagi Mbak Wali juga masih muda dan sangat ingin pemuda bisa maju dan meningkatkan potensinya menghadapi era digital,” ujar Gus Qowim.
Menurutnya, dunia usaha saat ini bergerak cepat dan persaingan sudah tidak lagi terbatas antarwilayah, tetapi lintas provinsi bahkan antarnegara. Karena itu, kemampuan digital bukan sekadar nilai tambahan, melainkan kebutuhan utama bagi siapa pun yang ingin bertahan dan berkembang.
Ia menambahkan, peluang digital membuka kesempatan besar bagi pemuda untuk berwirausaha tanpa harus memiliki toko fisik. “Kesempatan ini bisa dimanfaatkan oleh para pemuda. Ini menjadi ruang untuk makin semangat berkarya dan memperkuat kemampuan digital,” jelasnya.
Gus Qowim juga mengapresiasi KNPI Kota Kediri yang mampu membaca kebutuhan zaman dan menghadirkan workshop yang memadukan literasi keuangan dari Bank Indonesia dengan strategi jualan online dari praktisi. Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan kesiapan pemuda Kota Kediri untuk berkompetisi di tengah perubahan era digital.
Di hadapan para peserta, ia menegaskan bahwa berdagang di era digital membutuhkan kemampuan membaca algoritma, memaksimalkan konten, serta memahami data dan perilaku pembeli. Karena itu, pelatihan ini diharapkan menjadi bekal bagi pemuda untuk menjadi wirausahawan modern yang adaptif dan berdaya saing.
“Saya berpesan kepada peserta agar memanfaatkan peluang ini sebaik-baiknya. Tanya sedetail mungkin kepada narasumber. Semoga ilmu yang didapat bisa diamalkan dan bermanfaat,” pungkasnya.
Ketua DPD KNPI Kota Kediri, Munjidul Ibad, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi upaya peningkatan skill pemuda di bidang digital marketing, sejalan dengan amanat UU Kepemudaan tentang kemandirian dan kewirausahaan. Ia menyebut workshop ini juga mendukung visi misi Kota Kediri MAPAN.
Peserta yang hadir berjumlah sekitar 100 orang dari organisasi kepemudaan, karang taruna, hingga pelaku UMKM. Ke depan, KNPI berencana melakukan pendampingan berkelanjutan melalui grup khusus peserta. “Saya kepikiran nanti ada inkubasi. Kalau teman-teman ada kesulitan bisa tanya di grup dan kita urai masalahnya. Harapannya bisa kolaborasi dengan Dinkop untuk memajukan perekonomian Kota Kediri,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Disbudparpora, Founder Skillkita Rizal, Owner Pecah Telur Agung, serta pengurus KNPI dan tamu undangan lainnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










