Kediri – Pemerintah Kota Kediri kembali menggandeng para perajin tenun ikat lokal untuk memenuhi kebutuhan seragam khas daerah bagi siswa SD dan SMP. Tahun ini total 12.000 potong kain dipesan, dan Tenun Ikat Medali Mas milik Siti Roqayah menjadi salah satu yang mendapat kepercayaan produksi. Seragam tersebut menggunakan motif wajik dan mawaran yang sudah menjadi ciri khas Kediri.
“Motifnya dari dulu unsur Wajik dan Mawaran. Warnanya itu wungu (ungu), warna yang dulu dipakai raja-raja. Memang khas Kediri,” ujar Siti Roqayah.
Siti menilai kebijakan ini tidak hanya memperkenalkan budaya lokal kepada anak-anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi kreatif para perajin. “Anak-anak jadi kenal tenun ikat. Ini juga membranding tenun Kediri. Pemerintah kan memang mendorong pemberdayaan ekonomi kreatif, dan kami dipercaya untuk produksi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa program ini sekaligus menjaga keberlangsungan para perajin yang selama ini menggantungkan hidup dari kerajinan tenun.
Saat ini proses pengerjaan pesanan sudah berjalan. Untuk kebutuhan tahun 2027, Siti masih menunggu ketentuan pengumpulan apakah dilakukan pada Mei atau Juni.
“Kita sudah mulai. Tinggal nunggu jadwal pengumpulan saja, mau Mei atau Juni. Kita sudah siap,” tuturnya. Harga kain tenun ikat kini berada di kisaran Rp90.000 per meter.
Tenun Medali Mas mengoperasikan sekitar 40 alat tenun setiap hari. Karena sistem pembagian pesanan berbeda tergantung alat yang dimiliki di setiap kelompok, jumlah pengerjaan yang diterima juga tidak sama. “Saya sendiri dapat sekitar 6.000 potong. Yang lain beda-beda sesuai kemampuan produksinya,” ungkap Siti.
Untuk satu motif, proses dari benang putih hingga menjadi kain jadi membutuhkan waktu sekitar lima hari. “Tapi karena kita pakai sistem estafet, kalau alatnya 40 ya produksi minimal 40 potong per hari,” tambahnya.
Sebagian pesanan seragam khas sudah selesai, sementara sisanya masih dalam proses. Siti memastikan pengerjaan dilakukan hati-hati agar kualitas tetap terjaga. “Yang di samping itu masih dikerjakan. Kalau selesai langsung masuk proses berikutnya,” katanya.
Ia berharap program seragam khas ini terus berlanjut karena selain memperkuat identitas budaya Kota Kediri, juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi para perajin tenun ikat di daerahnya.kin/mg










