Kediri – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kediri konsisten memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat. Setiap bulannya, Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Kediri mampu mengumpulkan sekitar 2.200 kantong darah, melampaui target 1.800 kantong untuk pemenuhan kebutuhan di wilayah Kota Kediri.
Kepala UDD PMI Kota Kediri, dr. Ira Widyastuti, menjelaskan bahwa capaian tersebut tak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan empat rumah sakit di Kota Kediri, tetapi juga memungkinkan PMI untuk membantu permintaan darah dari luar daerah.
“Alhamdulillah, saat ini stok kami mencapai sekitar 2.200 kantong. Minimal kami harus memenuhi kebutuhan dalam kota sekitar 1.800 kantong. Kalau ada stok lebih, kami bisa bantu keluar kota,” terang dr. Ira.
Ia menambahkan, capaian itu merupakan hasil dari berbagai strategi jemput bola yang dilakukan tim UDD PMI. Setiap hari, rata-rata ada sekitar 60 pendonor yang berhasil melakukan donor darah di kantor.
“Kalau hanya mengandalkan pendonor yang datang ke kantor, tidak akan cukup. Karena itu, mobil unit sangat penting. Sekitar 60 persen dari total kantong darah kami berasal dari kegiatan mobil unit, sisanya 40 persen dari kantor,” jelasnya.
PMI Kota Kediri juga gencar melakukan kegiatan donor darah di sekolah dan instansi. Antusiasme masyarakat, terutama pelajar SMA, dinilai sangat tinggi. Namun, pelaksanaan kegiatan tetap dibatasi waktu maksimal empat jam untuk menjaga kualitas darah sesuai standar suhu antara 2–8 derajat Celsius.
“Misalnya di SMA atau di instansi seperti Bank Indonesia, antusiasmenya tinggi sekali. Kadang bisa sampai 350 pendonor, jadi tim kami harus bolak-balik agar darah segera disimpan di suhu aman,” tambahnya.
Dengan capaian tersebut, PMI Kota Kediri terus berkomitmen memastikan ketersediaan darah aman dan cukup, baik bagi warga Kota Kediri maupun daerah sekitar.kin/mg










