Kediri – Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri meresmikan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Uniska Center Kediri sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung transisi energi bersih, pengembangan ekosistem kendaraan listrik, serta pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Kehadiran SPKLU di lingkungan kampus Uniska Kediri diharapkan tidak hanya menjadi sarana pendukung mobilitas kendaraan listrik, tetapi juga menjadi media edukasi bagi sivitas akademika dan masyarakat umum mengenai pemanfaatan energi bersih. Fasilitas ini juga menjadi bagian dari dukungan Uniska Kediri terhadap percepatan ekosistem kendaraan listrik serta upaya pengurangan emisi karbon.
Rektor Universitas Islam Kadiri Kediri Prof. Dr. Bambang Yulianto, M.Pd., menyampaikan keberadaan fasilitas ini selaras dengan semangat kampus berdampak, yakni kampus yang hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Secara akademis, SPKLU ini memiliki nilai penting bagi Uniska Kediri. Hal ini sesuai dengan motto kampus berdampak, bahwa kampus harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. SPKLU ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Uniska Kediri kepada masyarakat,” ujar Prof. Bambang.
Ia menambahkan, Sinergi Uniska dan PLN juga diharapkan dapat mendukung pengembangan pembelajaran praktis, terutama bagi mahasiswa Program Studi Teknik Elektro. “Ke depan, kami berharap rekan-rekan dari PLN dapat membagikan ilmu praktis kepada mahasiswa Uniska Kediri, khususnya mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Uniska Kediri” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Bina Cendekia Muslim Pancasila, KH. Anwar Iskandar, menegaskan bahwa hadirnya SPKLU di Uniska Kediri merupakan bentuk kontribusi yang harus dijalankan secara amanah. Ia juga menekankan pentingnya peran lembaga pendidikan dalam membangun ketahanan bangsa, menjaga kedaulatan, serta memperkuat persatuan nasional di tengah dinamika geopolitik dunia.
“Terminal terakhir kehidupan manusia yang paling nikmat adalah tersambung dengan Allah. Karena itu, setiap amanah dan kontribusi yang kita lakukan harus diarahkan untuk kemaslahatan. Hadirnya SPKLU di Uniska Kediri ini merupakan bagian dari kontribusi yang harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik,” tutur KH. Anwar Iskandar.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan dukungan Pemerintah Kota Kediri terhadap peresmian SPKLU di lingkungan Uniska Kediri. Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan PLN dalam menghadirkan SPKLU merupakan langkah strategis yang tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga pada pendidikan dan pelayanan masyarakat.
“Pemerintah Kota Kediri sangat mendukung kegiatan ini. Hadirnya kolaborasi antara perguruan tinggi seperti Uniska Kediri dengan PLN untuk menghadirkan SPKLU di lingkungan perguruan tinggi bukan hanya sekadar kegiatan ekonomi, tetapi juga menjadi sarana belajar bagi mahasiswa dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Komisaris Independen PT PLN (Persero), Prof. Dr. H. Ali Masykur Musa, S.H., M.Si., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Uniska Kediri dan PLN UP3 Kediri. Ia menilai keberadaan SPKLU ini merupakan bagian dari optimalisasi energi terbarukan serta langkah nyata dalam menjawab tantangan masa depan energi Indonesia.
Prof. Ali Masykur Musa menjelaskan bahwa kendaraan listrik memiliki nilai efisiensi yang tinggi dan menjadi bagian dari proyeksi masa depan transportasi Indonesia. Menurutnya, dalam situasi geopolitik global yang berdampak pada harga bahan bakar minyak, peralihan menuju kendaraan listrik menjadi solusi strategis.
“Dalam situasi geopolitik dunia saat ini, harga BBM menjadi semakin mahal. Indonesia masih harus mengimpor sekitar satu juta barel. Karena itu, jika kita semua mulai beralih dari BBM menuju kendaraan listrik, hal tersebut menjadi jawaban atas tantangan kelangkaan dan mahalnya BBM,” ujarnya.
Prof. Ali Masykur Musa juga menyampaikan bahwa Uniska Kediri menjadi salah satu perguruan tinggi yang telah memiliki SPKLU dengan spesifikasi mumpuni. Ia menilai hal ini menjadi capaian penting bagi kampus dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di daerah. “Menggunakan kendaraan listrik berarti menjawab tantangan ekonomi sekaligus menjalankan etika kita untuk menjaga alam raya. Alam ini harus kita rawat karena akan diwariskan kepada anak cucu kita,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, PLN turut menyerahkan santunan kepada 10 penerima sebagai bentuk kepedulian sosial dan komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
There is no ads to display, Please add some








