Kediri– Seluruh SMP negeri dan swasta di Kabupaten Kediri menggelar gladi Asesment Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Kegiatan ini diikuti siswa kelas 8 dengan jumlah sekitar 45–50 siswa sebagai sampel dari masing-masing sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Muhsin, yang ditemui saat mengecek simulasi ANBK di SMPN 2 Ngasem Kabupaten Kediri pada Rabu (20/8) menjelaskan gladi ini bertujuan agar siswa terbiasa dengan sistem ujian berbasis komputer sekaligus berlatih mengerjakan materi yang kemungkinan besar akan muncul pada pelaksanaan ANBK resmi.
“Gladi ini dimaksudkan supaya anak-anak bisa berlatih yang akan dilaksanakan hingga Kamis. Pelaksanaan ANBK sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 27 dan 28 Agustus 2025 mendatang,” terang Muhsin.
ANBK nantinya akan menghasilkan rapor pendidikan satuan pendidikan yang tidak hanya menilai kemampuan literasi dan numerasi siswa, tetapi juga memotret iklim keamanan belajar di sekolah. Juga survei karakter yang menjadi bagian dari ANBK mencakup aspek kenyamanan, keamanan, hingga pengalaman siswa terkait potensi perundungan (bullying).
“Apakah sekolah nyaman lingkungan belajar aman akan terekam di awal tahun 2026,” ujarnya.
Meski ada kendala di SMPN 2 Ngasem berupa keterbatasan perangkat komputer, Muhsin memastikan gladi ANBK berjalan lancar. Sejumlah sekolah juga meminjam perangkat dari sekolah lain agar siswa bisa tetap mengikuti kegiatan.
“Sejauh ini belum ada kesulitan terkait jaringan internet baik sekolah di Banyakan dan Kandangan bahkan kemendikbud membackup sampai ke jaringan listrik,” pungkas Mushin. mg
There is no ads to display, Please add some









