Kediri – Jajaran Polres Kediri Kota melakukan sidak di pasar Setonobetek Kota Kediri, Kamis (11/6).
Kegiatan ini dilakukan oleh tim yang dipimpin langsung oleh Kasatreskrim Polres Kediri Kota, AKP Achmad Elyasarif Martadinata, sekaligus menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 58 Ksatriya Hawin Sarwahita yang tahun ini akan lulus.
AKP Achmad Elyasarif menjelaskan, pemantauan dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan stok kebutuhan pokok masyarakat, terutama beras, minyak goreng, telur, daging, cabai, serta komoditas penting lainnya.
“Kami mengajak adik-adik Taruna Akpol untuk mengetahui secara langsung tugas kepolisian, khususnya fungsi reserse dalam melakukan pengecekan bahan pokok di pasar. Tujuannya memastikan harga dan ketersediaan barang tetap terkendali,” ujarnya.
Dari hasil pengecekan, petugas menemukan sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga di atas harga yang biasa berlaku. Beberapa di antaranya adalah bawang merah, bawang putih, beras, dan cabai.
“Untuk kenaikannya bervariasi, ada yang sekitar Rp1.000 sampai Rp2.000. Namun kami masih akan mendalami penyebabnya,” kata Achmad.
Menurutnya, kenaikan harga tidak hanya terjadi di Kota Kediri, tetapi juga di beberapa wilayah lain di Jawa Timur. Karena itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dan penelusuran lebih lanjut untuk mengetahui faktor penyebabnya, apakah karena keterbatasan stok, distribusi, atau kendala lainnya.
Sementara itu, terkait ketersediaan minyak goreng dan sejumlah komoditas lain yang stoknya terlihat berkurang di pasar, pihak kepolisian belum mengambil kesimpulan.
“Kami tidak bisa langsung menyimpulkan. Nanti akan kami telusuri terlebih dahulu penyebab berkurangnya stok tersebut,” jelasnya.
Dari hasil pemantauan, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih tersedia dengan harga yang relatif stabil sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga saat ini, Polres Kediri Kota juga belum menerima laporan maupun keluhan dari masyarakat terkait kelangkaan bahan pokok maupun lonjakan harga yang signifikan.
“Kami akan terus melakukan pemantauan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan tidak terjadi gejolak harga yang merugikan masyarakat,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










