Kediri – Momen Go Skateboarding Day (GSD) 2026 di Kediri tampil berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya, komunitas skateboard Kediri dan Jombang berkolaborasi menggelar perayaan bersama dengan konsep street skate yang lebih atraktif dan menghadirkan sejumlah obstacle baru.
Koordinator Pelaksana Go Skateboarding Day 2025 Kediri M Deka Maula namengatakan penyelenggaraan tahun ini menjadi yang paling berbeda karena menggunakan venue baru dengan konsep urban serta melibatkan dua komunitas besar dalam satu agenda.
“Perbedaannya sangat signifikan. Tahun ini kami menghadirkan wajah baru dari sisi venue dan konsep acara. Temanya raw, chaos, tetapi tetap terarah. Ini juga menjadi sejarah karena untuk pertama kalinya Kediri Skateboarding berkolaborasi dengan Jombang Skateboarding dalam satu event,” ujar Deka, Sabtu (27/06/2026).
Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya yang digelar di skatepark, tahun ini panitia memilih Uttara Space, Kota Kediri sebagai lokasi acara. Menurut Deka, karakter bangunan bergaya urban dinilai selaras dengan konsep street skate yang diusung. “Kami tertarik dengan konsep dan struktur bangunannya yang bergaya urban. Itu sesuai dengan tema acara tahun ini sehingga suasana street skating lebih terasa,” katanya.
Tak hanya berpindah lokasi, panitia juga menyiapkan berbagai obstacle portable yang sebagian besar dibuat secara khusus untuk kompetisi tersebut. “Ada beberapa obstacle yang kami custom khusus untuk acara ini dan dipastikan belum pernah digunakan di kompetisi skateboard mana pun di Indonesia,” ungkapnya.
Salah satu obstacle yang menjadi daya tarik adalah box setinggi sekitar 1,5 meter dengan desain khusus. Sementara pada sesi Best Trick Masterpiece, panitia menghadirkan atraksi ekstrem berupa lompatan melewati mobil yang dibakar. “Konsepnya memang lebih mengarah ke street skate. Kami ingin memaksimalkan sisi hiburan, baik untuk peserta maupun penonton,” jelas Deka. mg
Kolaborasi Kediri dan Jombang juga diperkirakan akan menarik minat skateboarder dari berbagai daerah. Selain komunitas dari seluruh Jawa Timur, panitia memastikan peserta juga datang dari Jakarta, Bali, serta sejumlah kota lain di Indonesia. 500 skateboarder dan ratusan penonton hadir dalam perayaan tersebut. “Harapan kami masyarakat yang sebelumnya belum mengenal skateboard menjadi tahu, bahkan tertarik bergabung dengan komunitas. Kami ingin gairah skateboard di Kediri dan Jombang terus tumbuh dan tidak pernah padam,” katanya.
Seluruh persiapan kegiatan, lanjut Deka, dikerjakan secara gotong royong oleh komunitas skateboard Kediri dan Jombang. Mulai dari pembuatan obstacle hingga berbagai kebutuhan teknis acara sebagian besar dikerjakan sendiri oleh para anggota komunitas. “Semangat gotong royong itu yang kami jaga. Banyak kebutuhan acara, termasuk obstacle, dibuat sendiri oleh teman-teman komunitas,” pungkasnya. mg
There is no ads to display, Please add some










