Kediri – Derby Jawa Timur antara Persik Kediri menghadapi Arema FC kembali menyita perhatian. Selain sarat gengsi, laga ini juga membawa memori kelam musim lalu, ketika bus yang membawa pemain Persik Kediri sempat menjadi sasaran lemparan batu oleh oknum suporter Arema FC.
Manajer Persik Kediri, Mochamad Syahid Nur Ichsan, mengakui insiden tersebut masih menyisakan trauma, terutama bagi dirinya yang berada langsung di dalam bus saat kejadian.
“Kalau trauma, secara pribadi saya yang ada di bus saat kejadian musim lalu tentunya masih ada. Tapi ini juga bagian dari seni sepak bola yang harus dihadapi,” ujar Syahid.
Meski demikian, manajemen Persik memastikan berbagai langkah antisipasi telah dilakukan bersama pihak tuan rumah dan kepolisian setempat. Koordinasi pengamanan disebut sudah berjalan dengan baik demi memastikan laga berlangsung aman dan kondusif.
“Antisipasi dari teman-teman panpel hingga kepolisian sudah dilaksanakan. Kita tinggal berjalan. Mudah-mudahan tidak ada insiden apa pun, karena itu jelas mencoreng sepak bola,” tegasnya.
Syahid juga menegaskan bahwa kondisi mental pemain Persik Kediri tetap siap menghadapi derby panas tersebut. Menurutnya, tidak ada kekhawatiran berlebihan di internal tim meski laga berlangsung dengan tensi tinggi.
“Kalau pemain, kondisinya siap. Kita juga tidak takut selama sudah berkoordinasi. Insya Allah aman,” imbuhnya.
Selain fokus pada keamanan, Persik Kediri juga mengusung target jelas dalam laga Derby Jatim ini. Syahid menyebut seluruh pemain telah sepakat membidik kemenangan penuh.
“Target tentu sama, kita incar tiga poin. Momentum sedang bagus, meski belum konsisten menang, tapi secara permainan sudah mulai konsisten. Mudah-mudahan ini jadi modal penting,” pungkasnya. kin/mg









