Kediri – Situasi pasca kerusuhan demo massa di Kabupaten Kediri pada Sabtu (30/8) malam masih meninggalkan pemandangan memilukan. Sejumlah kantor pemerintahan, fasilitas umum, hingga kendaraan dinas dilaporkan hangus terbakar, sementara beberapa gedung lainnya mengalami kerusakan berat.
Pantauan Minggu (31/8) pagi, Polsek Ngasem tampak porak-poranda dengan kaca depan pecah dan pagar besi hilang. Di kawasan kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, kerumunan warga terlihat menyaksikan sisa kebakaran yang melalap habis gedung utama Pemkab. Sementara itu, gedung DPRD Kabupaten Kediri juga tampak ludes setelah dilahap api.
Tak hanya itu, sejumlah mobil dinas yang terparkir di area perkantoran ikut terbakar. Beberapa kantor pemerintahan lain juga rusak, dengan kaca jendela yang pecah akibat aksi massa. Informasi yang dihimpun, kericuhan semalam juga diwarnai penjarahan, di mana massa menjarah sejumlah barang kantor seperti AC, televisi, kursi, dan perlengkapan lainnya. Bahkan museum Bagawanta Bhari yang berisi benda peninggalan sejarah tak luput dari amukan masa.
Hingga pukul 05.30 WIB, petugas pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan bara api yang tersisa di beberapa titik. Penjagaan ketat dari aparat TNI terlihat di beberapa titik.
Salah satu yang paling parah adalah kantor Samsat Katang, yang hangus terbakar tanpa sisa. Bangunan hanya menyisakan puing-puing, sementara dinding dan pagar dipenuhi coretan vandalisme.
Menurut informasi dari salah satu anggota Satpol PP, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana sempat datang meninjau kantor Pemkab pada pagi hari. Ia melihat langsung kondisi gedung yang terbakar, ada juga sesejumlah pegawai yang tengah mengamankan berkas-berkas penting yang masih bisa diselamatkan.
“Pagi tadi Pak Bupati sempat datang ke kantor. Beliau melihat kondisi gedung dan ada beberapa pegawai yang berusaha menyelamatkan arsip-arsip penting yang tersisa,” ujar petugas Satpol PP tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kebersihan masih melakukan pembersihan di beberapa titik.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










