Kediri – Meski banyak kendala, penerapan sistem parkir digital di Pasar Banjaran Kota Kediri mulai menunjukkan hasil positif. Dalam dua hari penerapan awal, tercatat kenaikan pendapatan hingga 10 persen per hari dibandingkan sistem manual sebelumnya.
Kepala Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri, Djauhari Lutfi, pada Senin (3/11) mengatakan bahwa peningkatan ini menjadi sinyal baik bagi keberhasilan tahap awal program digitalisasi parkir yang mulai diterapkan sejak 1 November lalu.
“Selama dua hari ini pendapatan parkir naik sekitar 10 persen per hari. Artinya, sistem digital mulai memberikan dampak positif terhadap efektivitas dan transparansi pengelolaan parkir di pasar,” ujar Djauhari.
Menurutnya, sistem parkir digital di Pasar Banjaran dilengkapi dengan sensor pendeteksi kendaraan. Saat kendaraan masuk, data otomatis terekam, dan ketika keluar, sistem akan memindai ulang serta menampilkan tarif yang harus dibayar. Pembayaran pun dapat dilakukan secara tunai maupun non-tunai melalui QRIS.
Djauhari menambahkan, meski masih dalam tahap adaptasi, sistem ini memberikan kemudahan bagi pengelola dalam memantau pendapatan harian. “Semua transaksi tercatat secara otomatis di sistem, sehingga lebih transparan dan akurat,” jelasnya.
Kenaikan pendapatan ini terjadi meski di lapangan masih terdapat beberapa kendala teknis, termasuk empat kali insiden tiang penutup otomatis (gate barrier) ditabrak pengunjung yang belum terbiasa dengan sistem baru.
“Memang masih ada tantangan, tapi secara umum masyarakat mulai menyesuaikan. Kami juga menempatkan petugas di pintu masuk dan keluar untuk membantu pengguna,” katanya.
Djauhari memastikan pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar sistem dapat berjalan optimal. Setelah uji coba di Pasar Banjaran dinilai berhasil, Perumda Joyoboyo berencana menerapkan sistem serupa di pasar lain seperti Pasar Grosir Ngronggo, Pasar Setono Betek, dan Pasar Pahing.kin/mg
There is no ads to display, Please add some









