Kediri – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 di Pondok Pesantren Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Sabtu (20/6) malam.
Dalam pidato pembukaannya, Gus Yahya menegaskan bahwa Munas-Konbes kali ini merupakan momentum penting untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan organisasi menjelang Muktamar ke-35 NU yang akan datang. Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran PBNU, PWNU se-Indonesia, para ulama, masyayikh, dan peserta Munas-Konbes untuk mencurahkan seluruh tenaga dan pengabdian demi kemajuan jamiyah.
“Musyawarah Alim Ulama kali ini di Ploso kita akan mempersiapkan semua yang kita perlukan untuk melaksanakan Muktamar ke-35 yang akan datang. Maka ini kesempatan kita semua, PBNU beserta segenap pimpinan PWNU seluruh Indonesia, untuk melakukan yang terbaik bagi jamiyah,” kata Gus Yahya.
Ia menekankan bahwa seluruh proses yang berlangsung dalam Munas-Konbes harus dilandasi ketulusan khidmah kepada NU. Menurutnya, para peserta hadir bukan semata-mata untuk membahas persoalan organisasi, tetapi juga untuk mencari keberkahan melalui pengabdian kepada jamiyah dan jamaah Nahdlatul Ulama.
“Mari kita teguhkan kembali ketulusan khidmah yang menjadi dasar. Kita ada di sini untuk berkhidmah, untuk mendapatkan berkah,” ujarnya.
Gus Yahya juga mengajak seluruh peserta memusatkan perhatian pada kemaslahatan organisasi dan umat. Berbagai gagasan, pandangan, serta keputusan yang lahir dalam forum tersebut diharapkan menjadi kontribusi nyata bagi masa depan NU.
Menurutnya, proses permusyawaratan harus dijalankan dengan penuh kedamaian, kejujuran, dan semangat kebersamaan. Ia mengingatkan agar seluruh pihak menghindari berbagai hal yang berpotensi menimbulkan kontroversi maupun pertentangan baru di lingkungan organisasi.
“Mari sesudah ini sampai akhir kita laksanakan proses sebaik-baiknya dengan ketulusan, penuh kedamaian, penuh kejujuran, dan menghindari apa pun yang berpotensi kontroversi maupun pertentangan baru,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya juga mengingatkan kembali pesan dan perjuangan pendiri NU, Hasyim Asy’ari. Ia meyakini bahwa NU memiliki fondasi spiritual dan historis yang kuat sehingga berbagai upaya yang bertujuan mengganggu organisasi tidak akan berhasil.
“Saya yakin apa pun yang dilakukan orang untuk mengganggu jamiyah ini pasti tidak bisa mencapai apa yang diinginkan,” katanya.
Menutup sambutannya, Gus Yahya berharap Munas-Konbes NU 2026 di Ploso dapat berlangsung lancar, menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi organisasi, serta memberikan harapan baru bagi masa depan Nahdlatul Ulama.
“Semoga Munas-Konbes ini berjalan dengan baik, lancar, dan membuahkan hasil yang bermanfaat, menggembirakan semua orang, tidak menimbulkan masalah bagi siapa pun, serta sungguh memberikan harapan tentang masa depan bagi jamiyah yang kita cintai ini,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










