Kediri – Mantan Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin menyebut dugaan adanya intervensi dan tekanan terhadap peserta menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) masih sebatas dugaan. Ia menegaskan belum melihat adanya tindakan pemerintah yang secara langsung melakukan intervensi terhadap proses muktamar.
Hal tersebut disampaikan KH Ma’ruf Amin usai pertemuan sejumlah kiai sepuh di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Rabu (26/8). Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan agar pemerintah tidak melakukan intervensi dan tekanan terhadap Muktamar NU yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut, para kiai menyampaikan tausiyah kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Muktamar NU. Salah satu poin yang disoroti adalah pentingnya menjaga peserta muktamar agar bebas dari tekanan, pengondisian maupun intervensi.
Saat ditanya mengenai dugaan adanya intervensi, KH Ma’ruf Amin mengatakan pihaknya masih menemukan adanya isu mengenai tekanan yang beredar.
“Bahwa pengondisian itu diduga masih ada. Jadi upaya-upaya menekan itu dengan berbagai cara itu masih ada. Karena itu, kita menyerukan agar itu tidak dilanjutkan,” kata KH Ma’ruf Amin.
Namun, ia menegaskan dugaan tersebut tidak serta-merta diarahkan kepada pemerintah.
“Kita tidak melihat, tidak mengatakan bahwa pemerintah melakukan itu. Tapi ada yang menjual isu itu, seperti mendapatkan restu, itu masih ada,” ujarnya.
Menurut KH Ma’ruf Amin, beredarnya isu tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan tekanan psikologis kepada peserta muktamar.
Karena itu, para kiai berharap tidak ada pemaksaan, mobilisasi maupun tekanan terhadap peserta, baik secara psikologis maupun secara langsung.
“Intinya itu tidak ada pemaksaan, mobilisasi, tekanan, baik dalam arti psikologis maupun juga secara lahir,” tegasnya.
Para kiai juga meminta pemerintah bersikap netral serta menghormati kemandirian NU dalam menyelesaikan persoalan internal organisasi.
“Kita harap pemerintah juga tidak melakukan intervensi dan supaya mereka bersikap netral. Dan supaya NU itu bisa menyelesaikan masalahnya sendiri sesuai dengan mekanisme,” imbuhnya.
Ia menegaskan, tausiyah yang disampaikan para kiai bukan ditujukan untuk menuduh pihak tertentu. Nasihat tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap NU dan seluruh pihak yang terlibat dalam Muktamar NU.
“Tausiyah ini akan kita sampaikan secara luas kepada semua pihak karena kita para sesepuh mencintai NU dan nahdliyin,” pungkasnya.


Discussion about this post