Kediri – Manajemen Kediri Town Square menggelar doa bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap situasi Kota Kediri pasca kerusuhan beberapa waktu lalu. Acara doa bersama ini dipimpin oleh Ketua PCNU Kota Kediri, KH Abu Bakar Abdul Jalil, dan diikuti seluruh karyawan tenant, Selasa (2/9/2025).
Marketing Communication Manager Kediri Town Square, Aan Tri Ayuni, menyampaikan bahwa pihaknya sangat terdampak dengan kondisi tidak kondusif yang terjadi pada Sabtu lalu. Untuk menjaga keamanan dan mendukung aparat, manajemen Ketos mengambil inisiatif menutup lebih awal pada Sabtu dan Minggu.
“Keputusan untuk menutup lebih cepat ini kami ambil agar tidak menambah beban aparat jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu. Alhamdulillah, Senin kemarin situasi sudah berangsur kondusif sesuai dengan imbauan Dandim dan Kapolres, sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali normal,” ujar Aan.
Aan menambahkan, penutupan lebih awal berdampak besar terhadap aktivitas perdagangan di dalam pusat perbelanjaan, bahkan hingga ke pedagang kecil. Hal ini, menurutnya, menjadi pelajaran penting bahwa keamanan dan ketertiban sangat memengaruhi roda perekonomian.
“Semoga ke depan kondisi Kota Kediri tetap aman dan damai, agar masyarakat juga yakin bahwa berbelanja di luar rumah itu aman. Harapan kami tidak ada lagi kejadian serupa, karena kalau berlarut-larut tentu ekonomi akan lesu,” pungkasnya. kin/mg









