Kediri – Kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 mulai berdampak pada pola konsumsi masyarakat di Kota Kediri. Sejumlah SPBU di Kota Kediri pada Rabu (10/6) pagi terpantau mengalami peningkatan antrean kendaraan di jalur pengisian Pertalite, sementara pembeli Pertamax terlihat lebih sedikit dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, harga Pertamax mengalami kenaikan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Salah satu konsumen yang membeli di SPBU Joyoboyo Kota Kediri, Revi, seorang mahasiswa di Kota Kediri, mengaku tetap menggunakan Pertamax meski harganya naik cukup signifikan. Menurutnya, motor yang digunakan masih tergolong baru sehingga ia memilih mempertahankan kualitas bahan bakar demi menjaga kondisi mesin.
“Motornya keluaran baru, jadi sayang kalau pakai Pertalite. Alasannya biar mesinnya tetap terjaga,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengaku cukup keberatan dengan kenaikan harga tersebut. Jika sebelumnya mengisi BBM sebesar Rp20 ribu setiap dua hingga tiga hari sekali, kini ia harus mengeluarkan sekitar Rp25 ribu untuk mendapatkan jumlah yang hampir sama.
“Sayang sih. Dikira pemerintah tetap mempertahankan harganya. Sekarang beli Rp20 ribu jadi Rp25 ribu. Selisih Rp5 ribu itu lumayan, apalagi buat anak kuliah,” katanya.
Berbeda dengan Revi, Ahmad pengemudi ojek online asal Kecamatan Mojoroto, memilih beralih ke Pertalite. Menurutnya, selisih harga yang mencapai ribuan rupiah per liter terlalu besar untuk mobilitas tinggi yang dijalani setiap hari.
“Sekarang saya pilih Pertalite karena lebih murah. Uangnya sayang kalau tetap pakai Pertamax. Selisih harganya terlalu jauh, sementara saya kerja ojol dan mobilitasnya tinggi,” ungkapnya.
Pantauan di sejumlah SPBU menunjukkan antrean kendaraan roda dua di Pertalite tampak lebih ramai dibandingkan jalur Pertamax. Kondisi ini mengindikasikan sebagian konsumen mulai menyesuaikan pilihan bahan bakar mereka setelah adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi.
“Kami berharap pemerintah dan pihak terkait dapat menjaga stabilitas harga energi agar tidak semakin membebani pengeluaran harian, terutama seperti kami pengemudi transportasi online yang sangat bergantung pada kendaraan bermotor untuk aktivitas sehari-hari,” pungkasnya.
There is no ads to display, Please add some










