Kediri – Di balik rasa sakit dan trauma anaknya terkena tendangan, Sugeng Riyadi memilih menggantungkan harapan setinggi mungkin untuk putranya, Firman Nugraha.
Ia berdoa agar Firman segera pulih dan suatu hari kelak bisa berdiri tegak sebagai pemain sepak bola terbaik Indonesia, bahkan menembus Liga 1.
“Yang penting sekarang anak saya sehat dulu. Kalau Allah mengizinkan, saya ingin dia bisa terus bermain bola, sampai level tertinggi,” ujar Sugeng pada Kamis (8/1).
Harapan itu muncul setelah Firman mengalami insiden tendangan kungfu dalam pertandingan babak 32 besar Liga 4 Indonesia Zona Jawa Timur, Senin (5/1). Dalam laga antara PS Putra Jaya Kabupaten Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung, Firman yang memperkuat Perseta harus terkapar setelah dada kirinya terkena tendangan keras dari pemain PS Putra Jaya, Muhammad Hilmi.
Sugeng mengaku pertama kali mengetahui kejadian tersebut dari video yang beredar di YouTube. Saat itu, Firman belum bisa dihubungi, membuat kecemasan keluarga memuncak.
“Saya lihat videonya, rasanya darah saya seperti berhenti mengalir. Anak saya belum bisa ditelepon, saya cuma bisa berdoa,” katanya.
Baru pada sore hari, Firman akhirnya bisa dihubungi dan memberi kabar bahwa dirinya telah dibawa ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan retak pada tulang rusuk, sehingga Firman harus menjalani masa pemulihan dan istirahat total.
Meski berat, Sugeng memilih tidak memendam amarah. Ia percaya Firman adalah anak yang sabar dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Dia dari kecil sudah cinta sepak bola. Masuk SSB sejak kelas 6 SD. Mimpi setiap orang tua memang ingin dia jadi pemain besar,” tutur Sugeng.
Kini, di tengah masa pemulihan, Sugeng hanya menggantungkan satu doa Firman bisa kembali sehat, kembali berlari, dan suatu hari membuktikan bahwa mimpi anak desa pun bisa sampai ke Liga 1.
“Semoga kejadian ini tidak mematahkan semangatnya. Saya ingin dia bangkit dan jadi pemain terbaik,” pungkasnya.kin/mg










