Kediri – Pemerintah Kota Kediri terus memperkuat sistem sanitasi dengan menyiapkan operasional Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). IPLT ini berlokasi di Kelurahan Campurejo, Kota Kediri.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menjelaskan bahwa IPLT tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengolahan tinja, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan penyakit serta perlindungan kesehatan masyarakat Kota Kediri.
“Banyak sekali fungsinya, selain untuk pengolahan tinja, IPLT ini mendukung sanitasi yang layak, mencegah berbagai macam penyakit, dan melindungi kesehatan masyarakat. Ini perlu kita perkenalkan karena manfaatnya sangat penting,” ujar Vinanda pada Jumat (30/1).
Pada tahun 2025, Pemkot Kediri juga telah membangun akses jalan menuju lokasi IPLT sebagai bagian dari kesiapan operasional. Saat ini, pemerintah tengah fokus pada persiapan operasional, termasuk pelatihan tenaga kerja.
Kepala Dinas PUPR Kota Kediri, Endang Kartikasari, menyampaikan bahwa pelatihan tenaga operasional akan melibatkan Balai Sanitasi. Pelatihan tersebut ditargetkan segera rampung sehingga IPLT dapat mulai beroperasi pada Maret 2026.
“Sementara ini tenaga yang disiapkan sekitar 20 orang, terdiri dari sopir truk tinja, petugas keamanan, dan tenaga kebersihan. Ke depan, kami akan membentuk UPT IPLT sebagai pengelola,” jelas Endang.
Selain pembentukan UPT, Pemkot Kediri juga tengah menyusun kajian pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Air Limbah serta program Sedot Lumpur Tinja Terjadwal. Program ini akan diterapkan di instansi pemerintah maupun masyarakat.
“Septic tank di rumah seharusnya disedot setiap 3–5 tahun sekali. Jika tidak, berisiko bocor dan mencemari air tanah serta sumur warga dengan bakteri E. coli,” tambahnya.
Untuk kapasitas, IPLT Kota Kediri saat ini mampu mengolah sekitar 15 meter kubik lumpur tinja per hari. Meski kebutuhan ideal mencapai 30 meter kubik per hari, kapasitas yang ada masih dinilai mencukupi hingga tahun 2030. Setelah itu, direncanakan pembangunan unit tambahan seiring pertumbuhan penduduk dan penerapan sedot tinja terjadwal.
IPLT ini diprioritaskan melayani wilayah Kota Kediri. Selama ini, pengelolaan lumpur tinja dari pihak swasta masih banyak yang dibawa ke Kota Blitar, yang lebih dulu memiliki IPLT.
Selain fungsi teknis, IPLT Kota Kediri juga direncanakan menjadi wahana edukasi sanitasi bagi masyarakat, mulai dari anak-anak hingga dewasa, agar memahami pentingnya sanitasi aman dari hulu ke hilir.
“Sanitasi aman itu harus terolah dari rumah tangga, diangkut, hingga diolah di IPLT sesuai baku mutu yang diizinkan,” pungkas Endang. kin/mg
There is no ads to display, Please add some










