Kediri – Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Andriko Noto Susanto, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Bulog dan produsen beras Gunakarya di Desa Grogol, Kabupaten Kediri, Selasa (4/11). Sidak ini juga diikuti oleh perwakilan dari Bulog, Satgas Pangan Polres Kediri, dan Dinas Perdagangan.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan proses produksi, distribusi, dan penjualan beras di wilayah Kediri berjalan sesuai ketentuan serta sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Andriko menyebut, pemerintah ingin memastikan harga beras di pasaran baik jenis medium maupun premium tetap stabil dan tidak melebihi batas HET.
“Kita ingin memastikan produsen beras di Kediri memproduksi dan mendistribusikan beras dengan baik. Jangan hanya produksi beras premium, tapi juga medium agar masyarakat punya pilihan sesuai daya beli,” ujarnya.
Dalam kunjungannya, Andriko menegaskan harga beras di tingkat pengecer seharusnya tidak lebih dari Rp14.900 per kilogram untuk kualitas premium. Ia menjelaskan, margin keuntungan bagi pedagang sudah diperhitungkan dengan wajar.
“Dari produsen dijual Rp14.500, artinya sudah ada margin sekitar Rp400 bagi pengecer. Itu sudah cukup. Kalau dijual di atas itu, berarti melanggar HET,” tegasnya.
Pemerintah juga telah menyiapkan langkah antisipasi bila harga di pasaran tetap tinggi. “Kalau harga tidak sesuai HET, Bulog diperintahkan segera menurunkan beras SPHP yang dijual Rp12.500 per kilogram. Kualitasnya sama dengan beras medium,” jelasnya.
Selain menyoroti harga di tingkat pengecer, Andriko juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan harga di tingkat petani. “Pemerintah sudah menetapkan harga dasar gabah agar petani tetap untung, yakni minimal Rp6.500 per kilogram juga menurunkan subsidi pupuk 20% artinya ongkos produksi sudah bisa ditekan sehingga keuntungan semakin besar,” tambahnya.
Ia menegaskan, jika ditemukan pelanggaran berulang, pemerintah tidak akan segan memberikan sanksi tegas.
“Saat ini kita masih beri surat peringatan melalui Dinas Perdagangan. Tapi kalau sampai dua minggu masih bandel, izinnya akan dicabut,” tandas Andriko.
Sementara itu, Kepala Bulog Kediri Harisun mengatakan ini merupakan hal positif untuk menjaga konsistensi pasokan beras premium. “Kehadiran beliau ini untuk mengecek dan memastikan harga yang dijual ke pengecer ini tidak melebihi HET,” jelasnya. kin/mg









