Kediri – Tim Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur Wilayah Kediri menemukan adanya keretakan pada struktur jembatan setelah dilakukan pengecekan menggunakan metode scraping dan uji kekuatan beton (amartes).
Koordinator lapangan BBPJN Jatim Wilayah Kediri, Tedy, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan adanya satu titik retakan pada beton di bagian jembatan.
“Dari hasil pengecekan kemarin, retakan itu hanya ditemukan di satu titik saja,” kata Tedy, Jumat (19/9).
Menurutnya, keretakan tersebut saat ini masih terpantau ringan dan tidak merembet ke bagian bawah beton. Hal itu dibuktikan saat dilakukan penyiraman air pada bagian retak, air tidak meresap ke dalam lapisan beton.
“Artinya tidak ada kerusakan yang menjalar lebih dalam. Perbaikannya nanti ada dua opsi, bisa dengan metode patching atau grouting. Selain itu, akan dilakukan pengecoran untuk menutup kerenggangan. Dari yang sebelumnya 16 cm akan dipadatkan menjadi 5 cm,” jelasnya.
Tedy menambahkan, pihaknya juga telah melakukan uji amartes untuk mengetahui kekuatan beton. Sedikitnya ada 100 titik yang dites untuk memastikan kondisi jembatan tetap layak digunakan.
Selain itu, seluruh permukaan jembatan juga tengah dibersihkan menggunakan kompresor agar kondisi retakan dan pecahan beton terlihat jelas. Pihaknya masih menunggu hasil uji untuk memastikan langkah perbaikan lebih lanjut.
“Untuk sementara hanya satu titik retakan yang ditemukan. Mudah-mudahan tidak ada tambahan di titik lain sehingga kondisi jembatan tetap aman,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some








