Kediri – Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri terus memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan investigasi kontak. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi nasional untuk menurunkan angka kasus TBC hingga 50 persen pada tahun 2029, sebagaimana menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Bambang Triyono, Rabu (8/10), menjelaskan bahwa target penemuan kasus TBC di Kabupaten Kediri pada tahun 2025 mencapai 3.795 kasus. Namun hingga saat ini, baru sekitar 60 persen yang berhasil ditemukan.
“Memang target penemuan kasus di Kabupaten Kediri cukup tinggi, sehingga jumlah suspek juga harus sebanyak-banyaknya sesuai kriteria. Setiap ada kasus baru, kami langsung melakukan tracing atau yang di TBC disebut dengan Investigasi Kontak, untuk memantau potensi penularan,” jelas dr. Bambang.
Menurutnya, investigasi kontak dilakukan terhadap keluarga serumah dan kontak erat pasien. Jika ditemukan yang bergejala, maka segera dilakukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai standar. “Yang sakit tentu harus mendapat pengobatan sebagai bagian dari memutus mata rantai penularan TBC,” tambahnya.
Selain investigasi kontak, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri juga aktif melakukan sosialisasi dan skrining TBC di berbagai tempat seperti sekolah, pondok pesantren, serta lingkungan masyarakat. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat penemuan kasus sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya dan cara penanganan TBC.
dr. Bambang juga mengingatkan pentingnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. “Penyakit TBC bisa disembuhkan, dan apabila pasien telah dinyatakan sembuh maka secara otomatis akan memutus rantai penularan di keluarga maupun masyarakat. TBC bukan batuk biasa, tapi penyakit menular yang bisa sembuh dengan kepatuhan minum obat selama enam bulan penuh,” tegasnya.
Melalui langkah-langkah tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri berharap penemuan dan pengendalian TBC di wilayahnya semakin optimal sehingga mampu mendukung pencapaian target nasional eliminasi TBC pada tahun 2030. kin/mg










