Kediri – Sejumlah motor milik warga Kota Kediri mendadak mogok usai diisi bahan bakar jenis Pertalite. Peristiwa ini membuat sejumlah bengkel di wilayah kota Kediri ramai dipenuhi warga yang membawa kendaraan mereka untuk diperbaiki, Selasa (28/10).
Di salah satu bengkel di Jalan Kilisuci Kota Kediri, tampak deretan motor yang mengalami kerusakan serupa. Para pemilik motor mengaku, kendaraannya tiba-tiba mati setelah pengisian Pertalite di beberapa SPBU di wilayah Kota Kediri.
Salah satu warga, Adril, mengatakan motornya mogok tak lama setelah mengisi bahan bakar tersebut. Ia menduga, rusaknya motor disebabkan oleh kualitas Pertalite yang tidak seperti biasanya.
“Jadi sebelumnya saya ngisi bensin Pertalite, tiba-tiba kendaraan macet. Yang rusak pada pompa bensin. Kata mas mekanik karena kualitas bahan bakar yang kurang bagus. Saya sempat ngecek memang baunya berbeda dari sebelumnya, baunya seperti alkohol,” ujar Adril, warga Kediri.
Sementara itu, montir bengkel setempat, Reza Fahlevi, mengungkapkan sejak kemarin hingga hari ini sudah ada tujuh motor yang mengalami kerusakan serupa. Semua motor tersebut diketahui menggunakan bahan bakar jenis Pertalite.
“Kurang lebih tujuh orang datang ke sini, keluhannya sama — motor tiba-tiba mati. Setelah dicek, bahan bakarnya seperti tercampur air, kotor, atau mungkin sudah lama,” jelas Reza.
Menanggapi laporan masyarakat di beberapa daerah Jawa Timur, termasuk Kediri, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Dalam keterangan resminya, Pertamina memastikan penyaluran BBM tetap berjalan lancar dan seluruh produk telah melalui proses pengawasan ketat mulai dari terminal pengiriman hingga ke SPBU.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan seluruh proses distribusi BBM dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, termasuk pengujian mutu produk melalui laboratorium sebelum disalurkan ke masyarakat.
“Prioritas utama kami adalah menjamin keamanan suplai serta mutu produk BBM yang diterima masyarakat sesuai dengan regulasi yang berlaku. Setiap tahapan distribusi dilakukan berdasarkan standar yang telah ditetapkan untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Pertamina Patra Niaga telah melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap produk Pertalite yang berasal dari Terminal BBM Tuban dan Terminal BBM Surabaya — dua titik utama suplai wilayah terdampak. Hasil pengujian menunjukkan BBM tersebut masih on spec atau sesuai spesifikasi.
Saat ini investigasi lanjutan sedang dilakukan untuk pengecekan Quality and Quantity (QQ) BBM di tingkat SPBU, guna memastikan kualitas produk di titik distribusi akhir. Selain itu, Pertamina telah menambah jumlah posko pelayanan konsumen menjadi 15 titik untuk menampung keluhan masyarakat. kin/mg
There is no ads to display, Please add some










