Kediri – Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan pembersihan pohon besar yang ambruk di lingkungan SMA Negeri 3 Kediri, Sabtu (3/1).
Pohon berukuran besar tersebut pada Rabu (24/12) dan sempat mengenai tiga ruang kelas dan satu kamar mandi. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian itu menyebabkan aktivitas belajar mengajar sempat terganggu.
Kepala DLHKP Kota Kediri, Indun Munawaroh, menjelaskan bahwa proses penanganan dilakukan secara bertahap karena kondisi pohon yang berdiameter besar serta keterbatasan akses masuk ke lokasi.
“Karena ukuran pohon sangat besar dan alat berat tidak bisa langsung masuk, kami harus memotong kayu menjadi bagian-bagian kecil terlebih dahulu agar bisa diangkut,” ujarnya.
Indun menyebutkan, proses pemotongan pohon sudah dimulai sejak Rabu dan dilanjutkan secara intensif pada Kamis. Namun pada Jumat, kegiatan sempat dihentikan sementara untuk memberi waktu pemulihan bagi petugas.
“Teman-teman bekerja dari pagi sampai sore. Hari ini kami off karena butuh recovery, dan besok akan kami lanjutkan lagi,” jelasnya.
Menurutnya, pohon tersebut ambruk akibat faktor usia dan kondisi akar yang sudah tidak kuat menahan beban tajuk pohon yang sangat rindang. Saat kejadian, tidak ada hujan, namun angin cukup kencang.
“Akarnya tercabut dari tanah. Pohonnya sudah tua dan sangat rindang, jadi ketika terkena angin, akar tidak mampu menahan beban di atasnya,” tambah Indun.
Ia juga mengungkapkan adanya kendala teknis di lapangan, terutama akses pintu masuk sekolah yang rendah sehingga alat berat sulit masuk ke area lokasi.
“Pintu masuk SMA 3 itu cukup pendek. Alat berat bahkan harus dikempeskan bannya dan beberapa bagian dicopot agar bisa masuk, baru setelah itu dipasang kembali,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, DLHKP menerjunkan sekitar 15 personel, PUPR sekitar 10 personel, dan BPBD sekitar 5 personel. Total ada sekitar 30 petugas yang terlibat dalam penanganan pohon tumbang tersebut.
Indun memastikan bahwa saat ini aktivitas sekolah sudah kembali berjalan normal. “Tadi pagi saya bersama PUPR sudah meninjau lokasi dan sekolah sudah masuk seperti biasa,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some









