Kediri– Setelah sempat vakum beberapa tahun akibat pandemi Covid-19, kegiatan Napak Tilas Jejak Perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman Kediri-Bajulan akhirnya kembali digelar Sabtu (20/12). Kegiatan ini mengusung tema “Menapak Jejak Perjuangan, Menjaga Alam Kediri” dengan tagline “Melangkah Bersama Menuju Kota Kediri Mapan.”
Start dimulai dari Balai Kota Kediri dan finish di Pesanggrahan Panglima Besar Jenderal Soedirman, Dusun Magersari, Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Rute sepanjang 37 kilometer itu terkenal menantang karena membentang di kawasan naik-turun pegunungan.
Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai patriotisme serta meneladani ketangguhan Jenderal Soedirman dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat semangat persatuan pemuda, sejalan dengan nilai Sumpah Pemuda dan perjuangan bangsa.
“Alhamdulillah, setelah sekian lama vakum karena pandemi, tahun ini Napak Tilas Jejak Jenderal Soedirman dapat terselenggara kembali. Antusias masyarakat luar biasa, hingga hari ke-10 pendaftaran sudah mencapai 350 peserta. Sudah banyak masyarakat yang menanyakan dan kami perkirakan pendaftar semakin membludak menjelang penutupan,” ujar Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Bambang Priyambodo Jumat (12/12).
Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar SMP hingga SMA/SMK, mahasiswa, organisasi kepemudaan, komunitas lari dan pecinta alam, perwakilan instansi pemerintah, TNI/Polri, hingga masyarakat umum yang memenuhi syarat kesehatan. Kategori yang dibuka meliputi perorangan usia 16–30 tahun, perorangan usia 31–60 tahun, serta kategori beregu putra/putri/campuran dengan anggota 5–10 orang. Semua peserta beregu diwajibkan membawa tandu.
“Pendaftaran berlangsung mulai 2–15 Desember 2025. Panitia juga menyiapkan total hadiah Rp114 juta,” ujar Bambang.
Penilaian fokus pada aspek perlombaan gerak jalan, mencakup kecepatan dan waktu tempuh, ketepatan dan kepatuhan rute, penilaian di enam pos pemeriksaan, sportivitas, serta kekompakan tim. Peserta yang tercecer atau melebihi batas waktu akan dievakuasi oleh tim juri.
Momentum 20 Desember dipilih karena berdekatan dengan peristiwa Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember, ketika Jenderal Soedirman melakukan perjalanan gerilya dari Kediri menuju Bajulan. Napak tilas ini menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan sang Panglima Besar serta sarana edukasi sejarah bagi generasi muda.kin/mg
There is no ads to display, Please add some









