Kediri – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Kediri turut serta dalam kegiatan JOTA-JOTI (Jamboree On The Air dan Jamboree On The Internet) tingkat nasional yang digelar mulai 17 hingga 19 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Kwartir Nasional (Kwarnas) bekerja sama dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI).
Ketua Harian Kwarcab Kota Kediri, Adi Sutrisno, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana bagi Pramuka untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepramukaan.
“JOTA-JOTI ini adalah kegiatan nasional yang melibatkan ORARI. Tujuannya agar anggota Pramuka memiliki peminatan di bidang Radio Scouting Indonesia. Ke depan, Pramuka di Kota Kediri akan dimodernisasi berbasis IT, tapi tetap mempertahankan piranti-piranti tradisional pramuka,” ujar Adi Sutrisno, Jumat (17/10).
Sedikitnya 70 anggota Pramuka tingkat penegak dari SMA dan SMK di Kota Kediri mengikuti kegiatan ini. Menurut Adi, kegiatan ini juga menjadi upaya untuk mengubah citra Pramuka agar lebih menarik bagi generasi muda, khususnya Gen Z.
“Kami ingin Pramuka tidak lagi dipandang jadul atau hanya kegiatan di bawah terik matahari. Kegiatannya harus modern, menarik, dan sesuai gaya anak muda,” tambahnya.
Sementara itu, Amar Taufik, Kamabigus SDN Ngampel 1 yang juga anggota ORARI Kediri, menjelaskan bahwa dalam JOTA-JOTI, para peserta bisa berkomunikasi dengan sesama anggota Pramuka dari berbagai daerah, bahkan lintas negara.
“Kalau antenanya kuat, sinyalnya bisa sampai ke Eropa, Amerika, atau Afrika. Tapi dengan perangkat sederhana seperti yang kami miliki sekarang, komunikasi baru bisa menjangkau Malaysia, Filipina, dan India,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan komunikasi melalui radio juga bergantung pada kondisi cuaca atau propagasi sinyal. “Kalau cuacanya bagus, suara bisa jernih seperti sedang ngobrol langsung di satu meja,” ujarnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










